Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
GoNews Group
7 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
2
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
14 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
3
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
Peristiwa
8 jam yang lalu
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
4
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
14 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
5
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
13 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
13 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Sumbar akan Diputuskan pada Awal Juli 2020

Sekolah Tatap Muka di Sumbar akan Diputuskan pada Awal Juli 2020
Kepala Dinas pendidikan Sumbar, Adib Alfikri dan jajaran. (ANTARA / Ist)
Rabu, 17 Juni 2020 22:23 WIB
PADANG - Pelaksanaan sekolah tatap muka pada satuan pendidikan di Sumatera Barat akan diputuskan pada awal Juli 2020, beberapa hari sebelum tahun ajaran baru dimulai.

"Kalau merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, seluruh daerah di Sumbar masuk zona merah jadi belum bisa melakukan sekolah tatap muka. Namun, keputusan pastinya akan diambil awal Juli 2020," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adip Alfikri di Padang, Rabu.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, serta Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 itu diantaranya menyebutkan sekolah tatap muka di satuan pendidikan hanya diizinkan untuk daerah zona hijau COVID-19.

Sementara untuk daerah zona kuning dan merah masih belum diizinkan sekolah tatap muka.

Pengertian zona hijau itu adalah daerah yang sejak awal benar-benar tidak pernah ada kasus positif COVID-19.

Berdasarkan pengertian itu memang tidak ada daerah di Sumbar yang bisa dinyatakan sebagai zona hijau karena 19 kabupaten/kota pernah ditemukan warga yang terpapar COVID-19.

Namun, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan saat ini beberapa kabupaten dan kota di Sumbar sudah benar-benar bisa mengendalikan COVID-19. Seluruh pasien yang positif dinyatakan sembuh dan tidak ada penambahan kasus baru.

Daerah itu diantaranya Kota Padang Panjang, Solok, Pariaman, Kabupaten Pasaman, Agam.

Daerah lain juga sudah semakin melandai temuan kasus positif COVID-19, padahal jumlah sampel yang diperiksa terus bertambah setiap harinya. Hari ini Rabu (17/6), Laboratorium FK Unand dan Balai Veteriner memeriksa 1.898 sampel dengan hanya lima orang terdeteksi positif.

Pengecualian untuk Kota Padang yang masih bertambah, khususnya dari penelusuran kluster Pasar Raya.

"Kalau merujuk kondisi ini, paling tidak ada empat daerah yang bisa membuka sekolah kembali dengan protokol kesehatan. Namun, keputusannya akan kita rundingkan kembali pada awal Juli 2020," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Pendidikan, Sumatera Barat

wwwwww