Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
16 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
15 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
15 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
23 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
23 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
23 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Ngotot Maju Pilkada, Bisakah Gibran Ulangi Kesuksesan Sang Ayah?

Ngotot Maju Pilkada, Bisakah Gibran Ulangi Kesuksesan Sang Ayah?
Gibran saat mendaftar menjadi kader PDIP di kantor DPC PDIP Surakarta (RADAR SOLO)
Senin, 15 Juni 2020 16:46 WIB
JAKARTA - Pengunduran diri petahana Achmad Purnomo dari perhelatan Pilkada Solo 2020 adalah tanda-tanda bahwa PDI Perjuangan bakal mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Kalau sudah maju di Pilkada Solo dan memang, bukan tidak mungkin Gibran akan mengikuti jejak sang ayah, berselancar pada pemilihan gubernur DKI Jakarta, atau melaju pada pemilihan presdien.

"Bisa saja memang diarahkan atau dipromosikan ke sana," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada redaksi, Senin (15/6).

Jokowi saja bisa dengan mulus jadi gubernur Jakarta lalu presiden, masak Gibran tidak bisa. Saat ini Jokowi sedang di pusat kekuasaan, dia bisa "mengatur" apa yang diinginkan.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah publik atau masyarakat pemilih bisa menerima dan suka dengan Gibran. Menurut Ujang Komarudin, ini yang akan menjadi tantangan besar.

"Dulu Jokowi effect sangat kuat, sekarang sudah berbeda. Ini yang harus dibaca," ucapnya.

Jelas Ujang Komarudin menambahkan, akseptabilitas dan elektabilitas terhadap Jokowi sudah mulai redup. Dan sekarang semakin diperparah karena pemerintah dinilai tidak kompeten menangani pandemik Covid-19.

"Jokowi yang sudah mulai redup akan menjadi batu sandungan buat langkah politik Gibran ke depan," tukasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : rmol.id
Kategori : Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www