Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
GoNews Group
8 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
2
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
15 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
3
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
Peristiwa
9 jam yang lalu
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
4
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
15 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
5
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
14 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
14 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  Politik

Ngotot Maju Pilkada, Bisakah Gibran Ulangi Kesuksesan Sang Ayah?

Ngotot Maju Pilkada, Bisakah Gibran Ulangi Kesuksesan Sang Ayah?
Gibran saat mendaftar menjadi kader PDIP di kantor DPC PDIP Surakarta (RADAR SOLO)
Senin, 15 Juni 2020 16:46 WIB
JAKARTA - Pengunduran diri petahana Achmad Purnomo dari perhelatan Pilkada Solo 2020 adalah tanda-tanda bahwa PDI Perjuangan bakal mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Kalau sudah maju di Pilkada Solo dan memang, bukan tidak mungkin Gibran akan mengikuti jejak sang ayah, berselancar pada pemilihan gubernur DKI Jakarta, atau melaju pada pemilihan presdien.

"Bisa saja memang diarahkan atau dipromosikan ke sana," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada redaksi, Senin (15/6).

Jokowi saja bisa dengan mulus jadi gubernur Jakarta lalu presiden, masak Gibran tidak bisa. Saat ini Jokowi sedang di pusat kekuasaan, dia bisa "mengatur" apa yang diinginkan.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah publik atau masyarakat pemilih bisa menerima dan suka dengan Gibran. Menurut Ujang Komarudin, ini yang akan menjadi tantangan besar.

"Dulu Jokowi effect sangat kuat, sekarang sudah berbeda. Ini yang harus dibaca," ucapnya.

Jelas Ujang Komarudin menambahkan, akseptabilitas dan elektabilitas terhadap Jokowi sudah mulai redup. Dan sekarang semakin diperparah karena pemerintah dinilai tidak kompeten menangani pandemik Covid-19.

"Jokowi yang sudah mulai redup akan menjadi batu sandungan buat langkah politik Gibran ke depan," tukasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:rmol.id
Kategori:Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

wwwwww