Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Politik
9 jam yang lalu
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
2
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
Peristiwa
21 jam yang lalu
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
3
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
20 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
4
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Umum
22 jam yang lalu
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
5
Polisi Terus Usut Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD
Peristiwa
19 jam yang lalu
Polisi Terus Usut Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD
6
Hari Ini Pengumuman Hasil SBMPTN, Peserta Diminta Cermati Informasi dari PTN
Pendidikan
19 jam yang lalu
Hari Ini Pengumuman Hasil SBMPTN, Peserta Diminta Cermati Informasi dari PTN
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Tagihan Listrik Naik Dua Kali Lipat, Ketua MPR: PLN Jangan Bebani Rakyat

Tagihan Listrik Naik Dua Kali Lipat, Ketua MPR: PLN Jangan Bebani Rakyat
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Istimewa)
Jum'at, 12 Juni 2020 14:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo angkat bicara terkait banyaknya masyarakat yang mengeluhkan mengenai tagihan listrik yang membengkak hingga lebih dari 20% bahkan hingga dua kali lipat.

Ia mendesak PT. PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM memberikan penjelasan dan solusi yang konkret bagi masyarakat akan lonjakan tagihan listrik secara tiba-tiba disaat adanya aturan yang mewajibkan masyarakat berada dirumah.

"PLN jangan membebani masyarakat dengan tagihan listrik yang naik hingga dua atau tiga kali lipat dari biasanya," ujar Bamsoet, (12/6/2020).

Jika diperlukan kata Bamsoet, sapaan akrabnya, Pemerintah segera melakukan investigasi bersama tenaga pencatat meter penggunaan listrik dibawah pengawasan Pengawas Keuangan/BPK, untuk menjawab protes dan keluhan masyarakat terkait melonjaknya tagihan listrik yang tidak wajar itu.

"Kalau Investigasi dilakukan, nantinya ajan ketahuan akar persoalannya dan dapat segera ditemukan, menggingat daya beli masyarakat semakin menurun dan masyarakat sudah terbebani biaya untuk kebutuhan hidup selama masa PSBB diberlakukan dan PT PLN tidak cukup hanya memberikan penjelasan yang menyatakan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik,” tukasnya

PT. PLN kata Dia, harus transparan dalam memberikan data tagihan listrik kepada masyarakat, dari mulai jumlah pemakaian hingga tarif yang dikenakan.

"PT. PLN dan pemerintah berkomitmen dalam memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, dalam hal ini untuk sektor energi/listrik, dikarenakan PT. PLN seharusnya dapat berperan dalam memberikan keringanan listrik bagi masyarakat di tengah pandemi ini," pungkasnya.***


Loading...
www www