Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
2
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
10 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
3
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
22 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
4
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
21 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
5
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
17 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
6
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
13 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Warga Gantuang Ciri Solok Diresahkan Munculnya Kawanan Harimau

Warga Gantuang Ciri Solok Diresahkan Munculnya Kawanan Harimau
Ilustrasi - Harimau Sumatera muncul di kawasan perladangan masyarakat. ANTARA/HO-Aspri
Selasa, 09 Juni 2020 12:00 WIB
AROSUKA - Warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat kembali diresahkan munculnya kawanan Harimau Sumatera di kawasan perladangan masyarakat dekat hutan Rimbo Singo-singo pada Minggu (7/6) setelah beberapa waktu sempat menghilang.

"Jika beberapa waktu lalu kawanan harimau terlihat berjumlah tiga ekor, kali ini hanya dua ekor yakni harimau dewasa dan satu ekor anak harimau," kata Wali Nagari Gantung Ciri Hendri Yuda di Arosuka, Senin (8/6/2020) malam.

Ia menyebutkan pada Minggu (7/6) sekitar pukul 14.00 WIB, ada warga yang melihat harimau itu di kawasan perladangan warga di Limpauang, Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri.

Warga yang khawatir terjadi sesuatu memilih untuk kembali dan membiarkan kawanan harimau tersebut. Kemungkinan harimau tersebut merupakan harimau yang sebelumnya juga pernah terlihat oleh warga sekitar.

Kemudian pada Senin (8/6) siang, puluhan warga bersama perangkat nagari setempat langsung melakukan upaya penghalauan. Jarak kawasan perladangan dari permukiman warga sekitar empat kilometer.

"Kami melakukan penghalauan terhadap harimau bersama puluhan warga dan petugas, penghalauan dilakukan dengan membuat suara atau bunyi-bunyian dengan meriam karbit," lanjutnya.

Dari upaya penghalauan yang dilakukan warga dari pukul 14.00 WIB sampai jelang magrib pada Senin (8/6), warga tidak menemukan lagi keberadaan harimau itu, namun warga berharap kawanan harimau segera masuk hutan dan warga bisa berkebun seperti biasa.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu meminta petugas BKSDA Sumbar mengevakuasi ketiga harimau yang bisa membahayakan warga tersebut.

"Kemarin kami bersama tim juga sudah meninjau lokasi bersama petugas. Ini sudah sangat mengkhawatirkan, kami minta pihak terkait memprioritaskan evakuasi harimau dari sekitar kawasan perladangan warga," ujarnya.

Pihaknya meminta warga untuk tetap waspada dengan kemunculan harimau yang memang belum terlacak keberadaannya.

"Kami minta warga tetap berhati-hati sebelum harimau tersebut tertangkap dan dikembalikan ke habitatnya atau kebun binatang oleh pihak terkait," katanya.

Sebelumnya pada 15 Mei 2020, enam warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat terjebak di hutan ladang masyarakat Rimbo Singo-Singo, Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri karena terhadang tiga Harimau Sumatera yang akhirnya berhasil dievakuasi.

"Ada sekitar tiga Harimau Sumatera berkeliaran di sekitar ladang warga di Nagari Gantung Ciri. Akibatnya empat orang petani terjebak di pohon dan dua lainnya terjebak di dalam pondok, Kamis sore (14/5) dan akhirnya bisa dievakuasi menjelang malam," kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok Efriadi di Arosuka.

Kejadian berawal saat lima orang petani satu petugas akan pulang ke rumah dari kebun mereka, kemudian dikarenakan ada tiga ekor Harimau yang menghadang, mereka memanjat pohon dan bersembunyi di pondok.

Efriadi menyebutkan ke enam warga tersebut adalah Cimul (35), Alex (35), Yuh (37), Rulek atau Celuk (25), Hanif atau Dukun (30) dan Aipda Riko Saputra yang juga Kanit Buser Polres Solok. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Solok, Sumatera Barat, Lingkungan

GoSumbar.com Sedang Menakik Getah, Warga Desa Sepahat Bengkalis Diterkam Harimau
GoSumbar.com Harimau Sumatera Masih Berkeliaran di Wilayah Kualu Nanas Kampar, Begini Penjelasan BBKSDA Riau
GoSumbar.com Ada Kebakaran Lahan, Dua Ekor Harimau Sumatera di Kempas Inhil Keluar dari Sarangnya
GoSumbar.com Sering Karhutla, 3 Harimau Muncul di Kubu dan Kubu Darussalam Rohil
GoSumbar.com Harimau Sumatera Keluar Habitat Diduga Akibat Kebakaran Hutan
GoSumbar.com Harimau Sumatera Terjebak di Kawasan Sumur Minyak PT Chevron
GoSumbar.com Harimau Kembali Muncul di Palupuah Agam, BKSDA Sumbar Lepas Kambing untuk Umpan tapi Belum Berhasil
GoSumbar.com 12 Tahun Terpasang, Kamera Otomatis WWF-BBKSDA Akhirnya Berhasil Foto Harimau Bercumbu di Lanskap Rimbangbaling Kampar-Kuansing
GoSumbar.com Ini Kata Dokter Hewan TMSBK Bukittinggi Terkait Matinya Anak Harimau Sumatera
GoSumbar.com Tunggu Hasil Autopsi, Wako Ramlan Siap Pidanakan Oknum Petugas TMSBK Bukittinggi yang Terbukti Menganiaya Satwa Dilindungi
GoSumbar.com Dua Anak Harimau Sumatera di TMSBK Bukittinggi Dikabarkan Tewas dalam Kondisi yang Mengenaskan
GoSumbar.com Incar Ternak Penduduk, Seekor Harimau Sumatera Ditangkap Balai Konservasi di Pesisir Selatan
GoSumbar.com Butuh Perawatan Khusus, Dua Bayi Harimau Sumatera yang Lahir Bulan Januari Lalu Masih Dikarantina
GoSumbar.com Hari Ini, Sean Melahirkan di Kebun Binatang Bukittinggi
GoSumbar.com Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
GoSumbar.com Meski Sempat Segel Pabrik, Polda Sumbar Akhirnya Hentikan Kasus Air Minuman Dalam Kemasan Bermerek SMS
GoSumbar.com Selain Penjara dan Denda, KPK Juga Tuntut Pencabutan Hak Politik Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria
GoSumbar.com Bukannya Dirangkul untuk Penanganan Covid-19, Empat Preman di Pasar Raya Padang Justru Diamankan Polisi
wwwwww