Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
23 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
15 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
15 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
15 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
6
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
19 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris

Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Sabtu, 06 Juni 2020 18:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Posisi Lukman Edy atau yang akrab disapa LE di PT Hutama Karya tidak berubah, meski Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merombak jajaran Direksi dan Komisaris.

Selain tetap menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama, tokoh asal Riau itu juga menjabat sebagai Komisaris Independen.

Lukman Edy boleh dibilang baru di dunia BUMN karya. Sebelumnya pria kelahiran Riau ini lebih dikenal sebagai politisi. Di ranah eksekutif, Lukman Edy pernah menjabat sebagai Menteri pada kepemimpinan SBY periode pertama, yakni di Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) tahun 2006-2009.

Di ranah legislatif, mantan Sekjend DPP PKB ini tercatat dua periode dia duduk di DPR RI yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019. Sebelum ke Jakarta, ia sempat menjadi anggota DPRD Propinsi Riau periode 2004-2009. Selama di DPR, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI sekaligus pernah menjadi Ketua Pansus RUU Pemilu yang menggawangi penyusunan UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Karirnya di dunia politik boleh dibilang cukup cemerlang, karenanya tidak salah ketika Pak Jokowi menunjuknya sebagai Direktur Saksi di Tim Kemenangan Nasional (TKN) pada pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 yang lalu. Selama aktif di TKN itu pula, pria yang dikenal dengan panggilan LE ini aktif menjadi juru bicara mewakili TKN. Wajahnya sering menghiasi media cetak dan media elektronik.

Setelah dilihat flashback perjalanan karirnya, ternyata LE sebetulnya juga dibesarkan di dunia kekaryaan, sebelum masuk ranah politik. Pria jebolan Teknik Sipil Universitas Brawijaya ini pernah lama malang melintang di dunia konstruksi. Tercatat ia pernah menjadi ketua GAPENSI Propinsi Riau, juga pernah menjabat sebagai Ketua KADIN, Ketua AKAINDO, dan Ketua LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

Ketika dikorfirmasi, Lukman Edy membenarkan tentang kiprahnya di dunia konstruksi itu.

"Iya, cukup lama saya menggeluti bidang itu sebelum terjun ke politik," jawabnya.

Untuk di jajaran direksi, ditunjuk Budi Harto sebagai Direktur Utama Hutama Karya. Budi Harto menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Bintang Perbowo.

Sebelum diberi amanah ke Hutama Karya, Budi Harto menjabat sebagai direktur utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sejak 8 April 2016.

Berikut formasi Direksi PT Hutama Karya:

Budi Harto (Direktur Utama), Aloysius Kiik Ro (Wakil Direktur Utama), Suroto (Direktur), Ferry Febrianto (Direktur), Novias Nurendra (Direktur),Mohammad Erry Sugiharto (Direktur) dan Hilda Savitri (Direktur).

Di lingkungan BUMN, karya Budi Harto memang bukanlah orang yang asing, ia sudah malang melintang berkarier disana. Pria kelahiran Boyolali, 11 September 1959 ini, memulai kariernya di BUMN Karya sejak 1984.

Beberapa posisi penting pernah diembannya, yakni Presiden Komisaris PT WIKA Gedung (2009-2010), Komisaris Utama PT WIKA Intrade (2008-2009). Seolah lengkap sudah perjalanan Budi Harto di BUMN karya. Setelah mengabdi di Wijaya Karya (WIKA), kemudian pindah ke Adhi Karya (ADHI), dan kini ia berhijrah ke Hutama Karya (HK).

Berbeda dengan perombakan di tubuh direksi, dimana hampir seluruh direksinya diganti, hanya menyisakan satu orang, sebaliknya di jajaran Komisaris, Menteri BUMN hanya merubah jajaran komisaris dengan memasukkan satu nama, yakni HM Lukman Edy.

Berikut selengkapnya jajaran Dewan Komisaris PT Hutama Karya:

Budiman (Komisaris Utama), Muhammad Lukman Edy (Wakil Komisaris Utama, merangkap Komisaris Independen), Achmad Gani Ghazali A (Komisaris), Susdiyarto (Komisaris), Chairiah (Komisaris), Musyafak (Komisaris Independen), Wahyu Muryadi (Komisaris Independen).***


Loading...
www www