Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
19 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
7 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
22 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
21 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
5
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
22 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
6
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
GoNews Group
22 jam yang lalu
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
Home  /  Berita  /  Payakumbuh

Tagihan Pelanggan PDAM Payakumbuh dan Rumah Ibadah Digratiskan

Tagihan Pelanggan PDAM Payakumbuh dan Rumah Ibadah Digratiskan
Pjs Direktur PDAM Payakumbuh Herry Iswahyudi. (Antara/Syafri Ario)
Jum'at, 05 Juni 2020 00:30 WIB
PAYAKUMBUH - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menggratiskan pembayaran tagihan air 6.623 pelanggan dan 362 rumah ibadah di daerah itu yang terdampak pandemi COVID-19.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi di Payakumbuh, Kamis mengatakan pelanggan yang digratiskan merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelanggan sosial umum, yakni rumah ibadah.

"Pelanggan itu digratiskan pembayaran rekening airnya selama dua bulan untuk pemakaian April dan Mei," kata Riza yang saat ini juga menjabat sebagai Pjs Dirut PDAM.

Jumlah pelanggan yang digratiskan mencapai 6.623 MBR dan rumah ibadah 362 SR. Pembebasan beban air bersih terhadap masyarakat miskin dan rumah ibadah itu, bentuk kepedulian PDAM terhadap masyarakat yang terdampak sosial ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Setidaknya, dana yang dibutuhkan dalam menggratiskan pembayaran tagihan tersebut sebesar Rp689.559.600.

Ia menyebutkan kebijakan memberikan gratis rekening air kepada warga terdampak COVID-19 memang bakal berimbas kepada pendapatan PDAM. Diperkirakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari PDAM akan turun sekitar 25 persen.

"Tapi, dalam situasi pandemi ini, tidak ada istilah kejar target pendapatan. Yang ada, melakukan tindakan antisipatif kepada warga dan membantu untuk mengurangi beban hidup mereka," sebutnya.

Untuk diketahui, kata Riza, PDAM Payakumbuh saat ini telah berstatus tipe B dengan total pelanggan 31.104 SR atau sudah mencapai 98,59 persen. Hanya 1,41 persen yang belum terlayani oleh PDAM.

"Sebagian besar yang belum terlayani itu berasal dari daerah pinggiran yang belum terjangkau jaringan pipa PDAM. Meski begitu Payakumbuh merupakan satu-satunya kota atau kabupaten tertinggi di Indonesia angkanya," kata dia.

Ia menargetkan paling lama dalam kurun waktu tiga tahun ke depan pelayanan air bersih di kota ini sudah mencapai 100 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Ekonomi, Sumatera Barat, Payakumbuh

wwwwww