Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
20 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
8 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
23 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
22 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
5
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
GoNews Group
23 jam yang lalu
Aji Santoso Matangkan Servis Freekick dan Corner Kick
6
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
Home  /  Berita  /  Pasaman Barat

Masyarakat dan PT Agrowiratama Pasaman Barat Capai Kesepakatan

Masyarakat dan PT Agrowiratama Pasaman Barat Capai Kesepakatan
Manager Humas PT Agrowiratama Susanto Fitriadi.
Jum'at, 05 Juni 2020 00:26 WIB
SIMPANG EMPAT - Pascaaksi masyarakat yang memprotes kebijakan perusahaan kelapa sawit PT Agrowiratama Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (30/5) telah menemui titik temu dan mencapai kesepakatan.

"Alhamdulillah sudah ada titik temunya berdasarkan pertemuan yang diadakan di Kantor Nagari Persiapan Ranah Air Haji pada Selasa (2/6) sore," kata Manager Humas PT Agrowiratama Susanto Fitriadi di Simpang Empat, Kamis.

Ia mengatakan pertemuan itu menghasilkan kesepakatan yakni pertama, batas jam masuk kendaraan angkut Tandan Buah Segar (TBS) kedalam PT Agrowiratama pukul 16.00 WIB selama COVID-19, apabila PSBB telah selesai dan berlakunya new normal maka jam masuk PT Agrowiratama kembali kepada pukul 17.00 WIB.

Kedua, pihak perusahaan tidak melarang masyarakat untuk melakukan panen dan angkut TBS Selama mengikuti aturan perusahaan dan Kelompok Tani (Keltan) Batang Alin Permai tidak bisa mengangkut TBS melalui jalan PT Agrowiratama (pihak Bosa Air Haji akan membuat list masyarakatnya).

Ketiga, pihak perusahaan dan masyarakat sepakat untuk menjaga lingkungan di wilayah HGU PT Agrowiratama dari pencurian TBS di PT Agrowiratama, kebun KKPA dan kebun masyarakat.

Ia menegaskan untuk poin kedua kenapa Keltan Batang Alin Permai tidak bisa mengangkut TBS melalui jalan PT Agrowiratama karena ada sejumlah lahan Keltan plasma Batang Alin Permai itu masuk di dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT Agrowiratama hal itu sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 22 September 2010.

"Dengan adanya kesepakatan itu maka miss komunikasi antara masyarakat dengan perusahaan telah selesai," sebutnya.

Pada pertemuan itu dihadiri unsur manajemen perusahaan PT Agrowiratama, Kepala Polsek Lembah Melintang, Iptu Alfian Camat Sungai Aur, Syahdan dan Walinagari Sei Aur, Erwin.

Selain itu juga dihadiri oleh Bosa Adat Air H. Nasran, tiga orang anggota DPRD Pasaman Barat Nazwar, Endang Jaya Putra dan Sunardi, tokoh masyarakat Air Haji Sungai Aur Abu Syoib dan sejumlah masyarakat.

Ia menegaskan pihaknya selalu mendukung masyarakat atau petani yang ada di Sungai Aur dan sekitarnya selagi untuk kepentingan bersama sesuai aturan yang ada.

"Corporate Social Respinsibility (CSR) terhadap masyarakat sekitar juga selalu kami salurkan baik untuk kegiatan sosial, pendidikan dan kemasyarakatan," ujar Susanto. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Umum, Sumatera Barat, Pasaman Barat

wwwwww