Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
19 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
17 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
17 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
17 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
5
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
6
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Loading...
Home  /   Berita  /   Internasional

Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo

Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Ilustrasi demo Amerika.(Istimewa)
Kamis, 04 Juni 2020 11:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolhukam Aziz Syamsuddin merasa prihatin atas terjadinya gelombang Demonstrasi besar yang terjadi di Amerika Serikat akibat kematian George Floyd.

Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan tidak akan membawa keuntungan bagi pihak manapun. Dirinya berharap agar tidak ada lagi Rasisme atau tidakan melawan Hukum yang berkembang di Amerika.

Sebagai Negara sahabat kata Dia, Indonesia menginginkan Amerika yang merupakan salah satu Negara Demokratis terbesar di Dunia dapat kembali Kondusif di tengah Pandemi Covid 19.

"Perkembangan yang terjadi di Amerika sepenuhnya urusan dalam Negeri Amerika,  Namun saya meyakini fondasi Demokrasi  serta aturan Hukum di Amerika mampu mengendalikan situasi yang sedang berkembang secara konstruktif. Pemerintah Amerika seyogyanya dapat segera merangkul para Tokoh Agama dan Masyarakat untuk meredakan permasalahan ini, jangan sampai berlarut dan membawa dampak sigibifikan kepada berbagai aspek" Kata Aziz Syamsuddin saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta ( 04-06-2020).

Politisi Golkar itu meminta agar Masyarakat Indonesia yang masih berada di Amerika tidak ikut turun ke jalan. Hal itu guna mencegah terjadinya hal hal yang tidak diharapkan. Dirinya menjelaskan bahwa Pemerintahan yang menganut sistem Demokratis di seluruh dunia tentunya tidak menyukai adannya ketidakadilan, khususnya Rasisme. Dimana Indonesia sendiri memiliki UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang mengatur tentang hal ini. 

"Jangan ada oknum yang mengadu domba dalam peristiwa ini, ini perlu segera di luruskan dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Sehingga Law and Order akan mampu di terapkan dengan baik dalam rangka memutus peredaran disinformasi maupun ‘hate speech’  dan segala bentuk ujaran kebencian yang era digital saat ini. Sehingga kita bisa kembali fokus menangani Covid 19 dan kembali menjalankan roda ekonomi serta penerapan ‘New Normal’  sesuai dengan tantangan global saat ini" tutupnya.***


Loading...
www www