Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
13 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
13 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
17 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
13 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
5
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
13 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
9 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang

DPRD Padang Dukung Pemko Siapkan Raperda Covid-19

DPRD Padang Dukung Pemko Siapkan Raperda Covid-19
Wakil ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen. ANTARA/ Laila Syafarud
Kamis, 04 Juni 2020 10:25 WIB
PADANG - Kalangan legislator mendukung upaya Pemkot Padang menyiapkan rancangan peraturan daerah  tentang standar kesehatan untuk memutus mata rantai pandemi COVID-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarme di Padang, Kamis mengatakan adanya inisiatif dari pemerintah Kota Padang dalam menerbitkan Perda tentang standar kesehatan COVID-19 dalam menyambut era kenormalan baru merupakan suatu kebijakan yang positif dan perlu didukung.

"Perda itu merupakan turunan kebijakan regulasi dari pusat. Berupa dari Presiden menjadi undang-undang, peraturan pemerintah, kemudian Pergub dan disesuaikan secara teknis di Perda," kata legislator PKS itu.

Dikatakan, COVID-19 merupakan suatu virus yang memang tidak bisa diputuskan dan akan tetap ada.

"Maka bagaimana caranya kita bisa bersahabat dengan COVID-19, artinya kita tetap beraktivitas seperti biasa dengan cara menyikapinya sesuai dengan standar kesehatan," kata dia.

Kemudian ia mengatakan terdapat sekitar 18 poin bentuk standar kesehatan yang akan diatur dalam Perda tersebut dan nantinya juga akan dibahas oleh DPRD Kota Padang.

Selanjutnya, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah juga mengatakan dalam menghadapi normal baru pemerintah Kota Padang telah membentuk tim untuk menyusun Perda tentang pengendalian kesehatan setelah COVID-19.

"Kita akan memberikan waktu selama satu pekan kepada tim untuk menyusun Perda tersebut," kata dia.

Ia berharap dengan adanya Perda tersebut dapat menyikapi normal baru yang akan di hadapi ke depannya.

Lebih lanjut ia mengatakan Perda kesehatan tersebut dirancang dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai COVID-19 di Padang.

"Sekarang kita juga punya konsepnya melibatkan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang positif yang disebut dengan kongsi COVID-19 di setiap Rukun Tetangga (RT)," kata dia. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Pemerintahan, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www