Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
21 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Ekonomi
21 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
3
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi "Poros Basamo"
Politik
10 jam yang lalu
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi Poros Basamo
4
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
Hukum
21 jam yang lalu
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
5
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
20 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
6
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul

DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen. (Istimewa)
Kamis, 04 Juni 2020 17:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen mendesak PTPN V Tandun, Rokan Hulu Riau, segera menghentikan kasus pencurian tiga buah tandan sawit yang diduga dilakukan ibu 3 orang anak di Riau.

Hal tersebut ditegaskan Gus Nabil, sapaan akarab Muchamad Nabil Haroen kepada GoNews.co melalui pesan Whatsapp, Kamis (04/06/2020) di Jakarta.

"PTPN dan Pemerintah setempat harus arif melihat kasus ini. Saya setuju harus ada pencegahan pencurian. Tapi, juga harus dilihat apakah ada ketimpangan ekonomi di sekitar perusahaan/ PTPN V? Jika ada ketimpangan ekonomi, PTPN dan pemerintah wajib hukumnya memberdayakan dan membantu. Jangan sampai keberadaan perusahaan menyengsarakan warga sekitarnya," ujarnya.

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, Pengadilan tidak boleh berat sebelah dalam menangani kasus tersebut.

"Pengadilan harus melihat konteks dan makna keadilan. Meski demikian, keadilan harus ditegakkan. Tapi sebelum itu, harus ada kearifan membaca konteks," tandasnya.

Kasus pencurian dengan terduga RMS yang saat ini ditangani pihak Pengadilan Negeri Pasirpangaraian di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama itu, seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"RMS dianggap bersalah karena mencuri tiga tandan buah sawit, dan dipidana penjara, ini harusnya dihentikan," tegasnya.

Terlebih lagi, RMS diduga mencuri karena terdesak ekonomi disaat pandemi. Kepada Polisi, RMS mengaku terpaksa mencuri karena kehabisan beras.

"Info yang saya dapat dari Kejati Riau, barang bukti tiga tandan buah sawit senilai Rp 76.500 diserahkan ke PTPN V. Pelaku beralibi mencuri karena faktor ekonomi. Jika benar karena faktor ekonomi, apalagi terdampak Covid-19, maka perlu dipikirkan adanya penangguhan hukuman atau keringanan," pungkasnya.***


Loading...
www www