Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
22 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Ekonomi
22 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
3
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi "Poros Basamo"
Politik
11 jam yang lalu
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi Poros Basamo
4
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
Hukum
22 jam yang lalu
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
5
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
21 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
6
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas

Balita Usia 1,5 Tahun di Pekanbaru Ditenggelamkan, Kepalanya Dibenturkan ke Dinding Lalu Diinjak Oleh Ayah Tiri Hingga Tewas
Ilustrasi. (int)
Kamis, 04 Juni 2020 12:25 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Seorang pria berinisial HR (30) di Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau menjadi buronan polisi karena telah menganiaya anak tirinya yang berusia 1,5 tahun, sampai meninggal dunia.

Disampaikan oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, korban merupakan seorang anak perempuan bernama Ani berusia 1,5 tahun, itu meninggal dunia, pada hari Rabu (3/6/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, setelah dianiaya oleh ayah tirinya sendiri.

"Jadi dari informasi yang kita miliki, saat itu korban rewel dan menangis, karena pelaku tidak suka dengan rewelan korban, pelaku kemudian membawa korban ke kamar mandi , dan mencemplungkannya ke dalam bak mandi. Karena korban masih menangis, pelaku emosi dan menenggelamkan korban di dalam bak mandi," kata Nandang kepada GoRiau.com, Kamis (4/6/2020) siang.

Tidak sampai disitu, korban masih terus menangis, lalu pelaku kembali menganiaya korban dengan cara membenturkan korban ke dinding kamarnya. Bahkan ibu korban yang saat itu berusaha melerai perbuatan suaminya itu juga turut dianiaya oleh pelaku, dengan cara memukul wajahnya dan mengancam agar tidak memberitahu perbuatan pelaku.

"Setelah menganiaya dan mengancam istrinya, pelaku kembali menginjak dada korban yang masih balita itu, hingga korban terdiam. Sampai pada akhirnya ibu korban melihat kalau korban tidak bergerak lagi, dan meminta pelaku membawa korban ke rumah sakit untuk berobat. Tapi pelaku malah pergi meninggalkan korban dan ibu korban dengan alasan mencari pinjaman uang untuk biaya perobatan," lanjut Nandang.

Lebih lanjut, ibu korban memindahkan dan membaringkan korban di lantai tepat di ruang tamu, dengan di alas dengan selimut dan ditutup dengan kain sprai serta meminta tolong kepada tetangga.

Setelah dilihat dan diperiksa, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Atas kejadian tersebut para tetangga korban melaporkan kepada ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Bukit Raya guna pengusutan lebih lanjut, sampai saat ini pelaku belum pulang dan diduga melarikan diri dan masih dlm proses pencarian.

"Setelah menerima laporan, Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Polsek Bukit Raya telah mendatangi TKP, olah TKP dan melaksanakan pencarian serta penangkapan terhadap pelaku HR di Kecamatan Pangkalan Kuras Pelelawan," tutup Nandang. ***

Kategori : Peristiwa

Loading...
www www