Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
20 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
19 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
19 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
20 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
5
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
Politik
19 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
6
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
GoNews Group
20 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
Loading...
Home  /   Berita  /   Dharmasraya

Pemkab Dharmasraya Minta Pengembalian BLT tidak Tepat Sasaran

Pemkab Dharmasraya Minta Pengembalian BLT tidak Tepat Sasaran
Ilustrasi - Warga penerima BLT menunjukkan uang tunai yang diterima di Bank Kalteng, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/aww.
Rabu, 03 Juni 2020 23:44 WIB
PULAU PUNJUNG - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat meminta pemerintah nagari mengembalikan bantuan langsung tunai (BLT) yang telah disalurkan kepada penerima namun ternyata tidak tepat sasaran.

"Kami sudah surati wali nagari terkait hal ini. Diberi waktu hingga 5 Juni 2020 untuk menarik bantuan tersebut dari penerima yang tidak berhak dan mengembalikan ke pemerintah kabupaten," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (SOSP3APPKB) Pemerintah Kabupaten Dharmasraya Boby Perdana Riza di Pulau Punjung, Selasa (2/6).

Penarikan bantuan itu setelah adanya laporan yang diterima posko pengaduan terkait penyaluran BLT kepada penerima yang terdampak COVID-19 di Kabupaten Dharmasraya.

Laporan itu menyebutkan bahwa masih ditemukan keluarga penerima manfaat PKH dan Bansos Sembako menerima bantuan BLT provinsi, kabupaten, maupun pusat.

Selain itu, masih ditemukan keluarga perangkat nagari menerima BLT.

"Bahkan ada istri atau suami pegawai pemerintah yang menerima BLT. Misalnya begini, suaminya seorang pegawai negeri namun yang diajukan untuk menerima istri, secara aturan ini kan tidak dibenarkan. Jadi kecolongan ini yang harus diluruskan," ungkap dia.

Ia mengungkapkan hingga saat ini setidaknya terdapat empat nagari yang ditemukan penyaluran BLT tidak tepat sasaran. Keempat nagari yang sudah terdata telah mengembalikan dana tersebut ke pemerintah daerah.

"Kalau ditotal nominal bantuan yang tidak tepat sasaran jumlahnya mencapai Rp20 juta yang sudah dikembalikan sampai hari ini," kata dia.

Ia mengimbau pemerintah nagari segera menindaklanjuti pemberitahuan tersebut, sedangkan teknis pelaksanaan dan pengembalian dikoordinasikan dengan TKSK dan pendamping PKH.

"Jika tidak dilakukan maka aparat hukum yang akan menindaklanjutinya dan menarik langsung dana tersebut," kata dia. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Dharmasraya, Sumatera Barat, Pemerintahan

Loading...
www www