Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
21 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
19 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
19 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
19 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
5
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
13 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
6
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
GoNews Group
19 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
Loading...
Home  /   Berita  /   Internasional

Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban

Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
Ilustrasi kerusakan akibat ledakan bom dalam masjid. (tribunnews)
Rabu, 03 Juni 2020 08:12 WIB
KABUL - Dua orang wafat dan dua lainnya terluka, setelah sebuah meledak dalam sebuah masjid di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Selasa (2/6).

Dikutip dari Republika.co.id, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan bom itu meledak dalam Masjid Wazir Akber Khan sekitar pukul 19.25. Saat itu para jamaah berkumpul untuk melakukan shalat Isya. 

Mullah Mohammad Ayaz Niazi salah satu dari dua orang yang meninggal dalam serangan bom itu. Dia terluka parah akibat ledakan itu dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. 

Niazi adalah seorang ulama terkemuka yang aktif sebagai pemimpin shalat Jumat di masjid. Dia juga seorang guru besar di Universitas Kabul di Departemen Hukum Islam.

Masjid ini terletak di area diplomatik keamanan tinggi di dekat kantor beberapa organisasi internasional dan kedutaan besar. Hingga saat ini, tidak ada klaim bertanggung jawab atas serangan itu.  

Tapi, ISIS telah aktif di Kabul dalam beberapa pekan terakhir dan di masa lalu melakukan serangan di dalam masjid di Afghanistan. Sedangkan milisi Taliban tidak pernah melakukan serangan di dalam masjid.  

Juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Sediq Sediqqi, mengatakan pemerintah sangat mengutuk serangan itu.

''Mengungkapkan kebrutalan dan tidak manusiawi dari mereka yang dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap Ulama kita dan orang-orang yang tidak bersalah,'' ujarnya. 

Serangan terhadap jamaah telah meningkat di Afghanistan. Bulan lalu, sejumlah penyerang tidak dikenal menyerbu sebuah masjid di Provinsi Parwan utara, menewaskan 11 orang dan melukai beberapa lainnya.  

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom pinggir jalan terhadap sebuah bus milik stasiun TV lokal di Kabul. Peristiwa ini menewaskan dua karyawan stasiun tersebut.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Peristiwa, Internasional

Loading...
www www