Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
22 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
9 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
3
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
14 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
20 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
20 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
20 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa

Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Selasa, 02 Juni 2020 07:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mengingatkan Pemerintah memperhitungkan secara matang rencana menerapkan protokol Tatanan Normal Baru dan Aman Covid-19 atau new normal di tengah pandemi saat-saat ini.

Untuk itu, Novita menegaskan meski ke depannya berstatus new normal, namun ia mengingatkan agar seluruh elemen tetap menerapkan standar protokol kesehatan dalam setiap kegiatan di luar rumah.

"Ya mulai jalankan normal, tapi harus dengan tetap menjaga jarak dan kebersihan. Pemerintah juga harus menyiapkan fasilitas Rumah Sakit (RS) yang memadai dan kapasitasnya lebih untuk antisipasi yang terkena (virus Covid-19). Karena, pergerakan aktifitas masyarakat yang kembali tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya terpapar," ujar Novita melalui siaran persnya.

Selain itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah mengurungkan niatnya mengenai adanya wacana kegiatan sekolah kembali dibuka untuk aktifitas belajar mengajar lagi. Meski, sambung Novita, dalam pelaksanaannya dibarengi dengan protokol kesehatan sekalipun.

"Khusus untuk sekolah, anak-anak kadang belum bisa maksimal lebih baik dalam penerapan protokol kesehatan. Karena itu, jangan ambil risiko untuk memulai berangkat sekolah kalau belum ada jaminan," tandas Novita.

Pimpinan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ini lebih menyarankan agar pelaksanan kegiatan pendidikan tetap dilakukan secara virtual. Hal ini, mengingat anak-anak tetap bisa belajar meski tidak bersekolah secara fisik.

"Kalau perekonomian mungkin urgent untuk segera dilakukan di tengah pandemi karena mempengaruhi kehidupan," pungkas legislator dapil Purwokerto dan Cilacap itu.***


Loading...
www www