Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
23 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
24 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
15 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
16 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
15 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
6
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
20 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Bamsoet: Nilai-Nilai Pancasila harus Ada Dalam Tindakan Nyata

Bamsoet: Nilai-Nilai Pancasila harus Ada Dalam Tindakan Nyata
Selasa, 02 Juni 2020 18:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan sebagai sebuah ideologi, Pancasila akan bermakna ketika kehadirannya dirasakan dalam setiap denyut nadi kehidupan masyarakat.

Pancasila harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, agar tidak menjadi konsep yang hanya hidup di awang-awang maupun menjadi hapalan rumusan sila-sila di luar kepala. 

"Kesadaran inilah yang perlu kita bangun bersama. Yaitu kebulatan tekad untuk mendorong implementasi dan revitalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dengan cara yang sederhana dan membumi, tetapi nyata," ujar Bamsoet saat mengisi diskusi 'Relevansi Pancasila dalam Hadapi Krisis Dulu dan Krisis Masa Depan Imbas Covid-19' yang diselenggaralam secara virtual oleh Narasi Institute, di Jakarta, Senin malam (1/6/20).

Turut hadir antara lain Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana, Mantan KSAU Marsekal (Purn) Chappy Hakim dan Dosen FISIP Universitas Indonesia Chusnul Mar’iyah.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai, di tengah gerusan laju peradaban zaman, semua pihak patut merasa khawatir ketika nilai-nilai Pancasila mulai sering dipertanyakan serta diabaikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Padahal, sesungguhnya Pancasila sebagai ideologi, dasar negara, dan pandangan hidup bangsa, sudah selayaknya senantiasa mengisi ruang publik dan benak setiap warga negara.

"Untuk membumikan Pancasila, tidak memerlukan konsep yang muluk-muluk. Karena sesungguhnya nilai-nilai Pancasila selalu hadir dan dapat kita temukan dalam keseharian. Bersikap ramah kepada sesama, itu Pancasila. Membantu tetangga yang sedang dalam kesulitan, itu Pancasila. Bermusyawarah dalam memutuskan suatu persoalan, itu Pancasila," tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengungkapkan, sebagai wujud pengimplementasian Pancasila dalam menghadapi pandemi Covid-19, MPR RI telah menginisiasi program MPR RI Peduli Lawan Covid-19 dengan melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Antara lain bantuan sembako, bantuan Alat Perlindungan Diri (APD), menggelar rapid test gratis, hingga menghimpun donasi untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi.

"MPR RI menyadari bahwa keberhasilan penanganan pandemi covid-19 memerlukan komitmen dan kerja bersama seluruh komponen bangsa," ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, berbagai kegiatan sosial yang melibatkan seluruh komponen bangsa apapun bentuknya diharapkan mampu menjadi stimulus yang dapat menggugah rasa solidaritas dan jiwa kegotong-royongan sesama anak bangsa. Sehingga, dapat dikapitalisasi menjadi kekuatan sosial luar biasa yang dampaknya dapat semakin dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

"Kita juga menyadari tidak semua itikad perbuatan baik disikapi dengan baik pula. Tapi kami mengedepankan prinsip, bahwa di tengah suasana keprihatinan dan berbagai persoalan yang kita hadapi di masa pandemi, lebih baik berbagi daripada memaki, karena berbagi itu indah. Lebih baik menyalakan lilin, daripada mengutuk kegelapan. Karena keadaan tidak akan menjadi lebih baik hanya dengan berkata-kata tanpa berbuat," pungkas Bamsoet.***


Loading...
www www