Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
16 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
14 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
14 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
5
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
14 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
6
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Peristiwa
17 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Sejarah Pancasila dan Gotong Royong sebagai Saripatinya

Sejarah Pancasila dan Gotong Royong sebagai Saripatinya
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Ahmad Basarah. (Foto: Ist./MPR RI)
Senin, 01 Juni 2020 17:19 WIB
JAKARTA - Secara resmi kenegaraan, bangsa Indonesia telah empat kali memperingati Harlah Pancasila, 1 Juni 2020, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, mengulaskan sejarah Pancasila dan nilai Gotong Royong untuk menjadi kebanggaan segenap bangsa.

Melalui sebuah tulisan berjudul "Pancasila dan Gotong Royong Bangsa Hadapi Covid-19", Basarah mengungkapkan, Keppres 24/2016 menyebutkan bahwa Pancasila sejak kelahirannya tanggal 1 Juni 1945, mengalami perkembangan dalam naskah Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 hingga mencapai konsensus final tanggal 18 Agustus 1945 sebagai satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Pada tanggal 1 Juni 1945, tutur Basarah, Bung Karno menyampaikan gagasannya tentang dasar falsafah negara yang ditanyakan Ketua Sidang BPUPK, Dr. Radjiman Wediodiningrat. Ada lima skema isi pidato Bung Karno tersebut, yang pertama Pancasila yakni, Kebangsaan, Kemanusiaan atau Internasionalisme, Demokrasi Musyawarah Mufakat, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan. Kemudiaan Bung Karno menjelaskan kembali bahwa lima sila Pancasila tersebut bisa diringkas menjadi Trisila yaitu, Sosio Nasionalisme (gabungan antara paham Kebangsaan dan Kemanusiaan), Sosio Demokrasi (gabungan antara paham Demokrasi dan Kesejahteraan) dan Ketuhanan. Terakhir, Bung Karno menawarkan bahwa Pancasila dan Trisila itu bisa dirumuskan menjadi satu paham saja, yakni Gotong Royong.

Bung Karno menjelaskan Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong! Prinsip Gotong Royong di antara yang kaya dan yang tidak kaya, antara yang Islam dan yang Kristen, antara yang bukan Indonesia tulen dengan peranakan yang menjadi bangsa Indonesia.

"Kelaziman bagi semua pihak saat merayakan sebuah peringatan hari ulang tahun atas kelahirannya, baik untuk diri pribadi seseorang, organisasi ataupun sebuah negara bangsa adalah untuk dijadikan sarana refleksi, instrospeksi dan proyeksi akan sebuah makna kesejarahannya untuk perbaikan perjalanan hidup selanjutnya," kata Basarah diikutip dari tulisannya, Senin (1/6/2020).

Penyebutan Gotong Royong sebagai intisari dari Pancasila itu, kata Basarah, bukan untuk menegasikan sila-sila yang terdapat dalam Pancasila. Namun, semua pelaksanaan sila-sila Pancasila memiliki landasan semangat gotong royong. "Dari nilai kegotong-royongan tersebut sudah sangat jelas tergambar bahwa sebagai dasar dan ideologi dinamis, Pancasila sangat dapat diimplementasikan segenap rakyat Indonesia untuk secara bersama-sama menghadapi pandemi covid 19 saat ini,".***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Nasional, GoNews Group

Loading...
www www