Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
23 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
24 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
15 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
16 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
15 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
6
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
20 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona

Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Senin, 01 Juni 2020 14:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Hari kelahiran Pancasila 1 Juni diperingati setiap tahun. Harapannya menurut Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay agar peringatan tersebut dapat menambah nasionalisme dan kecintaan kepada bangsa dan negara. Terutama di saat negara menghadapi tantangan seperti pandemi covid-19.

"Dalam situasi seperti ini, nilai-nilai Pancasila perlu diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut adalah ketuhanan, kemanusian, persatuan, musyawarah dan gotong royong, dan keadilan. Nilai-nilai itu saling melengkapi antara satu dengan yang lain," ujar Saleh, melalui siaran persnya, Senin (1/6/2020).

Covid-19 lanjut Wakil Ketua Fraksi PAN DPR itu, harus dihadapi dengan kesabaran. Semua elemen bangsa harus meyakini bahwa ini adalah ujian dan tantangan dari Tuhan yang Maha Kuasa. Nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan harus dijadikan sebagai dasar dalam membingkai kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

"Kita harus yakin dan optimis bahwa Tuhan akan menolong kita melalui semua ini. Musibah ini akan berlalu. Karena itu, kita harus bekerja keras untuk menghadapinya," kata Saleh.

Selain itu, menurut politisi PAN itu, nilai-nilai kemanusiaan harus selalu tumbuh dan bersemai di tengah masyarakat.

Mereka yang terpapar ujar mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu, harus dilayani secara manusiawi. Tidak boleh ada satu pun yang dibiarkan tanpa mendapatkan pertolongan. Negara harus hadir untuk mengurus semua warga.

"Tidak hanya mengobati, mengisolasi dan mengarantina, negara juga harus memberikan bantuan sosial kepada warga masyarakat yang terdampak. Ada banyak yang kehilangan pekerjaan dan di-PHK. Mereka tentu saat ini kesusahan. Atas nama kemanusiaan, kita semua wajib memberikan pertolongan kepada mereka," tegas Wakil Ketua MKD DPR RI ini.

Dalam menghadapi situasi sulit seperti ini, tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri dan sektoral. Semua ujarnya, harus bersatu. Seluruh kementerian/lembaga dan juga pemerintah pusat dan daerah harus berkoordinasi. "Semakin kuat rasa persatuan, semakin tangguh kita menghadapi wabah ini," katanya

Jika ada perbedaan persepsi, pandangan, dan pemikiran, kata legislator asal Sumatera Utara itu, bisa dimusyawarahkan. Musyawarah adalah cermin dari pembumian nilai-nilai demokrasi. Di dalamnya melekat semangat kegotong-royongan. "Dengan musyawarah dan gotong royong, setiap pekerjaan akan mudah dilaksanakan," ujar Saleh.

Terakhir, semua aktivitas penanganan covid-19 hendaknya didasarkan pada nilai-nilai keadilan sosial. Pembagian tugas, tanggung jawab dan wewenang harus dibagi secara adil dan merata. Begitu juga imbuh Saleh, pembagian bantuan sosial kepada masyarakat harus dilaksanakan dengan menggunakan prinsip keadilan. Tidak boleh ada satu daerah, satu kelompok masyarakat, atau bahkan satu keluarga pun yang ditinggalkan. Jika mereka berhak, hak-haknya harus dipenuhi secara adil.

"Saya kira, itulah hikmah peringatan hari kelahiran Pancasila yang bisa kita aktualisasikan. Pancasila harus dijadikan spirit dan inspirasi dalam menghadapi setiap tantangan yang ada. Dalam catatan sejarah nasional, sudah banyak tantangan yang kita hadapi. Semua itu bisa dihadapi jika kita semua merujuk secara konsisten kepada Pancasila," pungkasnya.***


Loading...
www www