Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
15 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
15 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
19 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
15 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
15 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
11 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

MPU Kecam Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' di Google yang Berisi Terjemahan Taurat, Injil dan Zabur

MPU Kecam Aplikasi Kitab Suci Aceh di Google yang Berisi Terjemahan Taurat, Injil dan Zabur
Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' berisi terjemahan Taurat, Injil dan Zabur dalam bahasa Aceh muncul di Google. (inews.id)
Minggu, 31 Mei 2020 21:38 WIB
BANDA ACEH - Masyarakat Aceh dihebohkan dengan munculnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' yang berisi terjemahan tiga kitab suci, yakni Taurat, Injil, dan Zabur dalam bahasa Aceh.

Dikutip dari inews.id, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengecam keras aplikasi tersebut. Menurut MPU Aceh, kehadiran aplikasi 'Kitab Suci Aceh' itu mengusik ketenteraman dan kerukunan antar umat beragama di Aceh.

''Kami mengecam keras terhadap hadirnya aplikasi 'Kitab Suci Aceh' karena kehadiran tersebut membangun citra jelek terhadap Aceh, apa lagi dalam suasana pandemi saat ini di mata dunia bahwa Aceh cukup bagus dalam melaksanakan kegiatan ibadah dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19 serta mampu mencegah penyebarannya,'' kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh, Ahad (31/5/2020).

MPU Aceh juga meminta aparat penegak hukum mengungkap tuntas aktor intelektual aplikasi 'Kitab Suci Aceh'.

Faisal menduga ada pihak-pihak tertentu yang mendisain dan mencoba membangun citra jelek terhadap Aceh di mana dalam mencegah penyebaran wabah tersebut bukan hanya dengan keislaman saja, tapi ada unsur agama lainnya.

''Kami sangat mengecam terhadap upaya tersebut yang telah mencoba memanipulasi kebersamaan dan ketentraman ya memang telah terbangun dengan baik di Aceh selama ini,'' katanya.

Menurut Faisal, kehadiran aplikasi tersebut juga akan merusak kerukunan umat beragama yang telah terbangun dengan baik di provinsi paling barat Indonesia itu.

''Kami mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan menyurati Google untuk menutup aplikasi tersebut, namun demikian aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas aktor intelektualnya yang telah menghadirkan aplikasi tersebut,'' katanya.

Tgk Faisal juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mengunduh dan membagikan aplikasi tersebut, karena menjurus kepada haram yakni dapat merusak akidah. ***

Editor : hasan b
Sumber : inews.id
Kategori : Umum

Loading...
www www