Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
21 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
19 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
19 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
19 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
5
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
13 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
6
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
GoNews Group
19 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
Loading...
Home  /   Berita  /   Internasional

Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika

Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Minggu, 31 Mei 2020 12:50 WIB
MINNEAPOLIS - Demonstrasi merebak di sedikitnya 30 kota di Amerika Serikat, sampai Sabtu (30/5/2020) waktu setempat atau Minggu (31/5/2020), WIB, menyusul kematian George Floyd oleh anggota Kepolisian Minneapolis, pada Senin (25/5/2020) malam waktu setempat.

Selain di Minneapolis, demonstrasi juga terjadi, antara lain di Atlanta, Seattle, Los Angeles, Chicago, New York, Miami, Philadelphia, Columbus, Pittsburgh, Denver, Salt Lake City, Nashville, dan Washington.

Di beberapa kota, para demonstran membakar sejumlah kendaraan dan bangunan. Polisi anti-huru-hara melepaskan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa. 

Di Chicago, pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah petugas anti-huru-hara yang menembakkan gas air mata. Beberapa orang ditangkap pada Sabtu.

Polisi di Los Angeles menembakkan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melemparkan botol, serta merusak dan membakar mobil patroli mereka. Beberapa pengunjuk rasa terlihat menantang polisi dengan berdiri di atas kendaraan polisi yang telah dirusak.

Para demonstran juga berkumpul di luar Gedung Putih di Washington untuk melakukan protes atas terbunuhnya George Floyd. Mereka telah melakukan unjuk rasa selama dua hari berturu-turut. 

Di Atlanta, Georgia, massa merusak sejumlah bangunan. Keadaan darurat diumumkan untuk beberapa daerah dalam upaya melindungi warga dan properti.

Ribuan orang juga terlihat berdemonstrasi di jalan-jalan Minneapolis, New York, Miami, Atlanta, dan Philadelphia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam aksi kekerasan dan tindakan anarkistis para demonstran. Tindakan para demonstran dinilai tidak menghormati almarhum. "Yang dibutuhkan adalah menyembuhkan, bukan kebencian, keadilan, bukan kekacauan," kata Trump, Sabtu (30/5/2020)

Trump juga menyatakan dirinya tidak membiarkan para demonstran yang marah untuk berbuat sesukanya. "Tidak akan terjadi," tegasnya. 

Pada kesempatan itu, Trump juga menyalahkan wali kota Minneapolis karena tidak mampu mengendalikan para pengunjuk rasa. Jika aksi kekerasan masih berlanjut dan tidak dapat dikendalikan, Trump akan menurunkan pasukan Garda Nasional. ***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : CNBC dan BBC
Kategori : Umum, Peristiwa, Internasional

Loading...
www www