Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
19 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
17 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
17 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
17 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
5
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
6
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19

Negara-Negara Berebut Remdesivir Obati Pasien Covid-19
Remdesivir. (Gambar: Ist.)
Sabtu, 30 Mei 2020 19:10 WIB
JAKARTA - Remdesivir, obat antivirus yang dikembangkan oleh Gilead di Amerika Serikat sebagai pengobatan untuk ebola, telah diuji klinis dan diketahui cukup efektif dalam mengobati pasien virus corona.

Periode perawatan pasien jadi diperpendek dari 15 hari menjadi 11 hari, dan angka kematian menurun dari 11,9 persen menjadi 7,1 persen, berdasarkan hasil uji Institut Kesehatan Nasional AS, dan 73 institusi medis di 10 negara termasuk Korea Selatan.

Regulator AS menyetujui obat ini untuk penggunaan darurat bulan ini. Jepang dan Inggris meyakini obat itu dapat digunakan dan mulai diberikan kepada pasien.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (30/5/2020), Pemerintah Taiwan telah menyetujui remdesivir, sebagai salah satu pengobatan potensial melawan Covid.

Gilead yang berbasis di California mengatakan, akan menyumbangkan 1,5 juta dosis Remdesivir untuk memerangi pandemi global. Jumlah ini cukup untuk mengobati setidaknya 140.000 pasien.

Kantor berita Yonhap mengabarkan, Divisi Penanggulangan Karantina Pusat Korea Selatan telah memutuskan untuk memperkenalkan 'Remdesivir' di Korsel.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Internasional, Kesehatan, GoNews Group

Loading...
www www