Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
16 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
14 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
14 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
4
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
5
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
14 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
6
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Peristiwa
17 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Loading...
Home  /   Berita  /   Kesehatan

76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini

76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Ruang perawatan pasien Covid-19. (bisnis.com)
Sabtu, 30 Mei 2020 09:49 WIB
JAKARTA - Badan Kesehatan Dunia (WHO) sering menyampaikan, gejala umum yang dialami pasien Covid-19, yakni batuk, demam dan sesak napas.

Dikutip dari Kompas.com, menurut data pada laman covid19.go.id, 76,7 persen pasien Covid-19 di Tanah Air mengalami gejala batuk. Namun data yang ditampilkan pada laman Covid-19 itu hanya merupakan data 7 persen pasien Covid-19 di Indonesia.

Sedangkan pasien dengan gejala riwayat demam dan demam masing-masing sebanyak 52,4 persen dan 47,4 persen.

Sementara, 41,5 persen pasien Covid-19 di Indonesia menderita sesak napas dan 33,4 persen pasien memiliki gejala sesak napas.

Beberapa pasien juga merasakan gejala seperti sakit tenggorokan (32,1 persen), pilek (31,2 persen), dan sakit kepala (23,7 persen).

Selain itu, ada 19,7 pasien menderita gejala mual, 17 persen mengalami keram otot, 10,8 persen pasien memiliki gejala menggigil, 8,5 persen menderita diare, dan 7,3 pasien bergejala sakit perut.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membenarkan bahwa data yang ditampilkan pada laman covid19.go.id baru data 7 persen pasien.

''Betul, itu gambaran penderita Covid-19 yang memiliki komorbid (penyakit penyerta), di mana datanya digambarkan dari 7 persen pasien positif Covid-19,'' kata Wiku saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

Mengapa hanya data 7 persen pasien yang dikumpulkan? Menurut Wiku, ada dua kemungkinan, pertama, karena  fasilitas kesehatan yang merawat pasien belum mengisi data pasien secara lengkap.

Kedua, pasien memang tidak memiliki komorbid.

Penyakit Penyerta

Berdasarkan data di atas, hipertensi menjadi penyakit penyerta pasien positif Covid-19 terbanyak yang diderita pasien, yaitu sebesar 52,8 persen.

Kemudian, diabetes dengan 33,3 persen, dan penyakit jantung sebesar 20,7 persen.

Beberapa pasien juga sebelumnya telah memiliki penyakit paru kronis (16,1 persen), gangguan napas lain (8,2 persen), ginjal (5,2 persen), dan asma (3,2 persen).

Sisanya, merupakan peserta yang telah memiliki penyakit bawaan, seperti kanker, TBC, penyakit hati, dan gangguan imun.

Namun, data grafik di atas hanya menunjukkan 2,5 persen data dari pasien Covid-19, sementara 97,5 persen tidak memiliki data atau kondisi penyerta.

''Grafik itu hanya khusus untuk menggambarkan keadaan penyakit penyerta dari kasus Covid-19,'' jelas Wiku.

Wiku mengatakan, pasien Covid-19 terdiri dari orang sehat dan orang yang memiliki penyakit sebelumnya.

Jika seseorang terinfeksi, maka dampak yang muncul akan berbeda jika tidak ditangani dengan baik.***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Nasional, Kesehatan

Loading...
www www