Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
23 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
10 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
3
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
15 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
21 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
21 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
21 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang

Jumlah Pengunjung Mal Dipangkas saat Normal Baru

Jumlah Pengunjung Mal Dipangkas saat Normal Baru
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kunjungi mal terkait persiapan new normal. (ANTARA/ist)
Jum'at, 29 Mei 2020 23:23 WIB
PADANG - Pengunjung mal dipangkas hanya boleh 50 persen dari daya tampung saat penerapan "new normal" atau normal baru untuk memastikan protokol kesehatan terkait COVID-19 seperti menjaga jarak dilakukan secara disiplin.

"Mal tetap bisa beroperasi saat new normal tapi ada aturan yang wajib dipatuhi seperti pembatasan jumlah pengunjung," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi dua mal di Kota Padang dalam rangka persiapan "new normal", Jumat (29/5/2020).

Selain itu pengelola mal harus bisa memastikan pegawai maupun pengunjung tetap menggunakan masker saat berada di ruangan, serta menyediakan tempat cuci tangan pada beberapa titik agar bisa digunakan kapanpun oleh pengunjung.

"Pengunjung yang datang juga diukur suhu tubuh. Kalau di atas ambang normal, dilarang masuk," katanya.

Nasrul mengatakan membuka mal atau pusat perbelanjaan sebagai salah satu upaya untuk menggerakan ekonomi masyarakat secara perlahan di masa pandemi COVID-19.

"Setelah dua tahap melakukan PSBB, kasus COVID-19 di Sumbar sudah mulai melandai. Kita berharap bisa terus menurun hingga new normal bisa diterapkan," ujarnya.

Saat ini dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, baru Bukittinggi yang telah diizinkan menjalankan konsep new normal karena dinilai telah memenuhi syarat.

Sementara 18 kabupaten dan kota lain baru memasuki tahap persiapan untuk penetapan new normal.

"Oleh karena itu salah satu cara yang bisa dilakukan masyarakat adalah bekerjasama untuk menerapkan disiplin pencegahan COVID-19 semaksimal mungkin agar bisa segera memasuki new normal," katanya.

Sementara itu GM salah satu mal di Kota Padang, Yudi Siswanto mengatakan saat ini pihaknya sudah menerapakan protokol kesehatan seperti yang diimbau pemerintah.

"Pengunjung yang datang diukur suhu dan harus menggunakan masker," katanya.

Terkait pembatasan jumlah pengunjung, ia mengatakan pihaknya akan patuh terhadap kebijakan pemerintah. Namun saat ini belum dilakukan pembatasan karena pengunjung memang sedang sepi.

"Nanti kalau pengunjung ramai kembali, kami akan lakukan pembatasan," katanya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www