Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
23 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
10 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
3
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
15 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
22 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
22 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
22 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   Pesisir Selatan

Empat Investor Jajaki Peluang Investasi Sawit di Pesisir Selatan

Empat Investor Jajaki Peluang Investasi Sawit di Pesisir Selatan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pesisir Selatan, Suardi. (ANTARA/Didi Someldi Putra)
Jum'at, 29 Mei 2020 23:30 WIB
PAINAN - Empat investor dalam bidang kelapa sawit sedang menjajaki peluang untuk menanamkan modal di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, seiring dengan besarnya potensi wilayah perkebunan di daerah setempat.

"Ada empat investor yang kini sedang menjajaki peluang berusaha, dan saat ini mereka secara bertahap terus melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pesisir Selatan Suardi di Painan, Jumat (29/5/2020).

Ia mengatakan potensi investasi di wilayah ini sangat besar karena keseluruhan luas kebun kelapa sawit mencapai lebih dari 100.000 hektare yang tersebar di 10 kecamatan, dan lebih dari separuhnya merupakan kebun milik rakyat.

"Luas kebun kelapa sawit saat ini tidak sebanding dengan jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada, sehingga peluang berusaha di bidang ini masih cukup terbuka," katanya.

Meski demikian, Suardi mengakui proses usaha empat investor ini agak melambat karena pandemi COVID-19 juga telah mempengaruhi sektor keuangan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Pesisir Selatan Afrizal Kirun menyatakan daerah setempat masih kekurangan pabrik pengolahan kelapa sawit.

Sebelumnya, tambah dia, di Pesisir Selatan hanya ada tiga pabrik pengolahan kelapa sawit, dan baru setahun terakhir ada penambahan satu unit lagi.

Dampak dari penambahan pabrik ini sudah bisa dirasakan masyarakat seperti harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang mulai bisa bersaing dan kompetitif.

"Harga TBS mulai bersaing, apabila tahun sebelumnya sebulan jelang lebaran harga di tingkat petani sudah anjlok hingga Rp400 per kilogram, namun saat ini harga TBS baru anjlok dua pekan sebelum lebaran," katanya.

Pihaknya juga mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten dalam mendatangkan investor, dengan harapan kehadiran mereka mampu mendongkrak harga TBS yang tidak stabil sepanjang tahun. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Pesisir Selatan

Loading...
www www