Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
13 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
12 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
20 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
4
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
12 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
20 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
20 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang

Ekspor Tuna Kota Padang Terhenti Sejak Pandemi Covid-19

Ekspor Tuna Kota Padang Terhenti Sejak Pandemi Covid-19
Petugas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Padang memeriksa ikan tuna yang baru dibongkar dari kapal, di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Padang, Sumatera Barat (Antara/Iggoy El Fitra)
Jum'at, 29 Mei 2020 21:11 WIB
PADANG - Ekspor tuna dan lobster asal Kota Padang, Sumatera Barat, terhenti sejak terjadi pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) karena negara tujuan menghentikan permintaan untuk sementara waktu.

"Pandemi COVID-19 menyebabkan ekspor ikan asal Padang mandek, akibatnya harga ikan tuna anjlok menjadi hanya Rp27 ribu per kilogram dibandingkan harga ekspor yang menembus Rp54 ribu per kilogram," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi di Padang, Jumat (29/5/2020).

Menurut dia saat ini nelayan yang biasanya menangkap tuna untuk kebutuhan ekspor lebih memilih menyediakan pasokan lokal kendati harganya turun.

"Ekspor mulai terhenti awal tahun, negara tujuan biasanya Jepang, China dan Amerika Serikat," ujarnya.

Tidak hanya komoditas tuna, untuk lobster juga terhenti pengirimannya ke luar negeri.

Ia menyebutkan ada sekitar lima kelompok besar nelayan yang bergerak di bidang ekspor tuna termasuk PT Dempo.

Biasanya pengiriman dari Bandara Internasional Minangkabau setelah ikan dibekukan ke Jakarta untuk dikirim ke negara tujuan, ujarnya.

Sementara itu untuk budidaya perikanan air tawar di Padang cukup baik kendati permintaan juga turun karena pembeli sepi.

"Ikan tetap ada tapi pembeli berkurang, terutama nila dan lele," kata dia.

Guswardi menyebutkan terdapat 1.200 orang yang membudidayakan ikan air tawar dengan kolam air deras dan tanah.

"Produksi cukup untuk memenuhi kebutuhan Padang ditambah dengan hasil tangkapan nelayan dari laut," kata dia.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat ekspor daging dan ikan olahan mengalami penurunan 0,95 persen pada Januari-Maret 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Pada Januari-Maret 2019 nilai ekspor daging dan ikan olahan mencapai 0,05 juta dolar Amerika Serikat. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www