Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
24 jam yang lalu
Hj Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
11 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
3
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
Internasional
16 jam yang lalu
Tragedi Sebrenica, Pembantaian 8.000 Muslim 25 Tahun Lalu
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
22 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
22 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
6
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
22 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Loading...
Home  /   Berita  /   Payakumbuh

20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan

20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Kapolres Kabupaten Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo. (ANTARA/Akmal Saputra)
Jum'at, 29 Mei 2020 23:25 WIB
SARILAMAK - ​​​​​​Sebanyak 20 narapidana dan tahanan di Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang telah diputus pengadilan kasusnya serta memiliki kekuatan hukum tetap belum dapat dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Payakumbuh, disebabkan belum memenuhi syarat sesuai protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi COVID-19.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo di Sarilamak, Jumat, mengatakan narapidana dan tahanan tersebut belum dapat dikirim karena belum memenuhi syarat atau belum sesuai dengan protokol kesehatan.

"Mereka tetap bisa dikirim, namun karena saat ini di tengah pandemi COVID-19, mereka baru bisa dikirim setelah melalui protokol kesehatan," kata dia.

Terkait protokol kesehatan, kata Kapolres, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Setelah ditentukan bisa untuk dipindahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Lapas.

Untuk diketahui, ditundanya pengiriman tahanan dan narapidana tersebut berdasarkan Surat Edaran Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor : M.HH.PK.01.01.01-03, tanggal 24 Maret 2020 perihal pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19.

"Bisa atau tidaknya tergantung hasil rekomendasi oleh petugas kesehatan. Nantinya setelah melalui protokol kesehatan dan dinyatakan bisa untuk dikirim ke lapas akan langsung kami kirim," sebutnya.

Ia mengatakan dari 20 tahanan dan narapidana tersebut sebanyak 12 orang di antaranya merupakan tahanan titipan dari kejaksaan yang saat ini mendekam di Polres Limapuluh Kota.

"Makan dan minum dari tahanan itu kan telah masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Dirjen Kemenkumham," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Lapas kelas II B Payakumbuh Muhamad Kameily mengatakan seluruh makan dan minum dari tahanan yang masih belum bisa dikirim ke Lapas memang menjadi tanggung jawab pihaknya.

"Kami terus berkoordinasi dengan Kapolres Payakumbuh dan Limapuluh Kota terkait berapa jumlah warga binaan yang belum dapat dikirim ke Lapas," ujarnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Hukum, Sumatera Barat, Payakumbuh, Limapuluh Kota

Loading...
www www