Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
12 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
11 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
19 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
4
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
19 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
5
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
11 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
19 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'

Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
Ilustrasi. (Gambar: Dok. PKS)
Kamis, 28 Mei 2020 16:09 WIB
JAKARTA - Indobarometer bersama Puslitbangdiklat RRI telah melakukan survei yang dilakukan 12-18 Mei 2020 dan mencatat 53,8% publik tidak puas dengan cara Presiden Jokowi menangani Covid-19.

Menanggapi hal itu, Legislator asal PKS Mardani Ali Sera menilai, ketidakpuasan publik merupakan hal yang wajar. Mengingat, "sejak awal pemerintah terkesan meremehkan dan menolak peringatan yang disampaikan lembaga dunia dan peneliti ada kemungkinan Indonesia terserang virus ini,".

Hal itu disampaikan Mardani kepada wartawan, Kamis (28/5/2020). Kata Mardani, "Kalau istilah milenialnya, pemerintah banyak 'labilnya' dan membuat Ambyarrr kebijakannya,".

Mardani berharap pemerintah mengurangi "kebijakan yang mencla-mencle,". Itu hanya satu dari sekian catatan negatif Mardani yang meliputi, persoalan data, akselerasi bantuan, peningkatan jumlah kemiskinan, dan koordinasi penanggulangan pandemi.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Politik, GoNews Group

Loading...
www www