Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
12 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
12 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
16 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
GoNews Group
23 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
12 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
12 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Inikah 'New Normal' di DPR? Penggunaan 'Smartcard' dan Penerapan 'Paperless'

Inikah New Normal di DPR? Penggunaan Smartcard dan Penerapan Paperless
Gedung Kura-Kura, Kompleks DPR/DPD/MPR RI, Jakarta. (Foto: Dok. GoNews.co)
Rabu, 27 Mei 2020 17:51 WIB
JAKARTA - "Akses masuk nanti dengan Smartcard. Akan didesain siapa boleh masuk ke mana, siapa hanya boleh melakukan apa, dan di tempat mana. Akses-akses pintu nanti akan mengunakan smartcard ini," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar dari ruang rapat Setjen DPR RI, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Rabu yang sama, DPR menerima 1.866 keping Smartcard dari Bank Mandiri, selaku mitra Kesetjenan DPR dalam hal ini.

Parlementaria mengabarkan, selain sebagai akses pintu masuk area gedung DPR RI, Smartcard ini juga bisa digunakan sebagai alat transaksi non tunai.

Rencananya, Smartcard ini akan mulai diujicobakan pada Jumat (29/5/2020), di beberapa pintu akses di DPR RI yang sudah dipasang barrier gate.

"Nanti semua akses ke gedung-gedung akan dibatasi. Jadi tidak semua orang yang bisa berkeliaran di gedung DPR RI. Semua sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Kalau ia bertugas di Nusantara 1, ya nusantara I. Kalau di Nusantara III, ya di Nusantara III," terang Sekjen Indra.

Selain itu, Indra juga menginformasikan, kesetjenan DPR RI dengan Bank Mandiri juga sedang menjajaki kerjasama untuk program paperless. Yaitu dengan peningkatan penggunaan IT, terutama berkaitan dengan informasi-informasi kepada dewan.

Belum ada keterangan lebih detail dari Indra, apakah penggunaan Smartcard dan rencana paperless ini sebagai bagian dari 'New Normal' di Kompleks DPR? Bagaimana dengan akses para wartawan yang bertugas di DPR nantinya? Dan bagaimana juga dengan para anggota DPD RI ketika harus berkoordinasi langsung dengan Komisi tertentu di DPR RI?

Tapi Indra menegaskan, hal-hal tersebut "sedang diatur oleh deputi administrasi," di Kesetjenan DPR RI.

Sebagai pengingat, di Rabu yang sama, Wakil Ketua DPR RI bid. Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekkeu) yang juga menjadi Koordinator Satgas Covid-19 DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, telah mengunjungi Kementrian Kesehatan RI.

Kunjungan Dasco dan jajaran Satgas ke Kemenkes, dalam rangka meminta bahan-bahan protokol kesehatan untuk didiskusikan lebih lanjut dengan berbagai sektor, guna menciptakan keselarasan SOP di berbagai sektor dalam upaya mamasuki masa 'New Normal'.

(Situasi saat, Red) ini sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk penerapan 'New Normal'. Karena perekonomian kita harus bergerak. Kita harus menjalankan aktifitas. Rakyat harus terus mendapatkan pekerjaan, makanan. Rakyat harus tetap bisa beribadah, sehingga kehidupan yang normal tentunya dengan tatanan baru, harus terus berjalan," kata Dasco usai tinjauan ke Kemenkes RI.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Nasional, GoNews Group

Loading...
www www