Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
12 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
2
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
Politik
12 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
3
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
11 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
4
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
13 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
5
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
12 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
11 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  Umum

Pedagang Pasar Atas Payakumbuh Berontak, Bongkar Paksa Penutup Jalan yang Dipasang Gugus Tugas

Pedagang Pasar Atas Payakumbuh Berontak, Bongkar Paksa Penutup Jalan yang Dipasang Gugus Tugas
Tangkapan layar dari video yang beredar di grup whatsapp saat ratusan pedagang Pasar Atas Payakumbuh, Sumatera Barat menolak dan membongkar paksa pagar pengaman penutup jalan ke pasar. (ANTARA/Tangkapan Layar)
Jum'at, 22 Mei 2020 22:08 WIB
PAYAKUMBUH - Ratusan pedagang Pasar Atas Payakumbuh, Sumatera Barat memberontak dan membongkar paksa pagar pengaman penutup jalan masuk pasar yang awalnya bertujuan agar tidak ada kerumunan massa di pasar tersebut.

Aksi membongkar paksa pagar penutup jalan tersebut terjadi pada Jumat (22/5) sore dan sempat menjadi bahan perbincangan masyarakat di dunia maya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan melalui pesan Whatsapp, Jumat, mengatakan kejadian tersebut karena adanya kesalahpahaman antara gugus tugas dan pedagangpasar.

"Jadi ditutupnya akses masuk ke pasar kanopi agar pengunjung tidak parkir di bawah kanopi, karena sebelumnya kelihatan padat dan tidak menjamin physical distancing," kata dia.

Ia mengatakan sore itu ada petugas yang melarang pedagang masuk ke pasar untuk berjualan sehingga terjadi kesalahpahaman.

"Harusnya mereka diperbolehkan masuk untuk berjualan, yang tidak boleh itu ada parkir di bawah kanopi Pasar Payakumbuh," ujarnya.

Dengan kesalahpahaman ini, pedagang memanfaatkannya untuk meminta petugas agar pembatas jalan dibuka.

"Masalah selesai dengan kesepakatan pembatas jalan dibuka dan akses parkir diberikan satu lajur dengan pembatas besi di bawah kanopi," ujarnya.

Ia mengatakan pada malam ini (Jumat) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan mencek dan berkomunikasi lagi dengan pedagang.

Untuk diketahui, rencananya Pasar Payakumbuh akan mulai ditutup pada Sabtu (23/5) sampai dengan Jumat (29/5). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Uncategories

wwwwww