Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
6 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
11 jam yang lalu
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
12 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
14 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
5
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
15 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
6
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
9 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

DPD Dukung Produksi dan Distribusi Massal Produk Inovasi Covid-19

DPD Dukung Produksi dan Distribusi Massal Produk Inovasi Covid-19
Ketua DPD RI, LaNyalla Mahfud Mattalitti saat menghadiri peluncuran virtual ventilator produk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. (Foto: Ist./DPD RI)
Kamis, 21 Mei 2020 00:13 WIB
JAKARTA - Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN bekerjasama dengan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi di Indonesia telah menghasilkan berbagai produk inovasi. Produk-produk tersebut, diminta segera diproduksi massal dan rata disebar di daerah.

"Seperti UI dan UGM yang telah mampu membuat ventilator, baik yang portable maupun yang standar untuk ruangan ICU. Dan sampai hari ini kami belum melihat produk massalnya," kata Ketua DPD RI, LaNyalla Mahfud Mattalitti di kediamannya, usai mengikuti launching virtual, Rabu (20/5/2020) siang.

LaNyalla meminta, para Senator yang hari ini sedang berada di daerah masing-masing untuk memantau sebaran produk-produk tersebut di lapangan. Jangan terlalu lama menjadi wacana. Tapi harus lebih cepat sampai di lapangan.

"Karena virus ini kan bukan wacana, tapi sudah menyebar menjadi pandemi. Jadi produk-produk untuk penanganannya juga harus cepat disebar," ujarnya.

LaNyalla juga berharap, sesuai kompetensinya, Kemenristek/BRIN terus mendorong lembaga riset dan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan kajian mendalam tentang vaksin Covid-19 atau minimal obat peningkat imun tubuh, agar segera bisa diproduksi massal dan dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"LIPI kalau tidak salah sudah melakukan penelitian tentang buah jambu sebagai penangkal virus. Langkah selanjutnya ditunggu," tandasnya.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Nasional, Kesehatan, GoNews Group

Loading...
www www