Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
19 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
2
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
8 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
3
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
18 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
4
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
15 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
14 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Kasus Pemblokiran Internet di Papua, PTUN Putuskan Jokowi Bersalah, Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp457 Ribu
Nasional
20 jam yang lalu
Kasus Pemblokiran Internet di Papua, PTUN Putuskan Jokowi Bersalah, Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp457 Ribu
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Bamsoet: Pengelolaan Sumber Daya Kemaritiman Indonesia Perlu Lebih Dioptimalkan

Bamsoet: Pengelolaan Sumber Daya Kemaritiman Indonesia Perlu Lebih Dioptimalkan
Rabu, 20 Mei 2020 16:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai pengelolaan berbagai potensi sumber daya alam kemaritiman belum optimal dimanfaatkan sebagai urat nadi pembangunan demi kemakmuran rakyat. Padahal, gugusan pulau-pulau yang terbentang dikelilingi kekayaan aneka ragam sumber daya hayati lautnya, menjanjikan potensi sumber daya ekonomi dari kegiatan kelautan dan pariwisata bahari dengan segala variannya.

"Dalam hal ini, laut harus kita sadari merupakan sumber kehidupan sekaligus media pemersatu dan media penghubung antar pulau-pulau di Indonesia, dan antar negara-negara di dunia," ujar Bamsoet saat membuka kuliah umum kebangsaan secara virtual, 'Maritim Indonesia dan Momentum Kebangkitan Nasional', di Jakarta, Rabu (20/5/20).

Mantan Ketua DPR RI menuturkan, sebagaimana dipahami bersama, bangsa Indonesia hidup dalam garis alamiah yang sangat luas, indah dan potensial bagi masa depannya. Posisi geografis yang sangat strategis sebagai poros jalur pelayaran dan perdagangan dunia, poros yang juga dihiasi dengan estetika lingkungan yang sulit ditandingi oleh negara kepulauan lain.

"Sebagai bangsa yang besar, kini saatnya Indonesia mengambil peran diantara bangsa-bangsa dunia dengan penuh kehormatan, harga diri dan daya saing yang unggul. Inilah saat yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk membumbungkan asa dan upaya untuk menyusun kembali kejayaan peradaban bangsa dalam kemaritiman," jelas Bamsoet.

Kepala Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, sebagai bangsa yang sudah merdeka dan berdaulat, momentum kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai ikhtiar untuk membangkitkan kesadaran bersama dalam mengenali dan memanfaatkan potensi-potensi dan posisi strategis lndonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini penting sebagai upaya mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Mengingat besarnya fungsi laut bagi bangsa Indonesia maka idealnya seluruh aspek kehidupan dan penyelenggaraan negara mempertimbangkan lingkup geostrategik, geopolitik, geoekonomi serta geososial budaya sebagai satu kesatuan negara kepulauan," tutur Bamsoet.

Oleh karena itu, Bamsoet mendorong agar kedepannya kerangka pikir, sikap, dan tindak bangsa harus didasari oleh kesadaran bahwa kemaritiman Indonesia adalah tuntutan dan kebutuhan bagi bangsa lndonesia. Dengan kesadaran itu, maka pengelolaan kemaritiman yang optimal dan dilandasi rasa nasionalisme akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Perwujudan negara maritim juga tidak lepas dari arah pembangunan nasional yang menyeluruh dan berkesinambungan untuk mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni mewujudkan kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Agar cita-cita tersebut terwujud, tentu diperlukan hadirnya haluan negara yang akan memberi panduan serta kepastian akan arah pembangunan nasional, capaian-capaian dan kesinambungannya," pungkas Bamsoet.***


Loading...
www www