Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
13 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
20 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
3
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
16 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
4
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
GoNews Group
20 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
5
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
GoNews Group
16 jam yang lalu
Persik Kediri Masih Lemah Soal Keseimbangan Permainan
6
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
GoNews Group
15 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Konsisten soal PSBB

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Konsisten soal PSBB
Selasa, 19 Mei 2020 17:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah tidak bersikap ambigu dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), khususnya menjelang Lebaran.

Laporan berbagai pihak menyebutkan sejumlah tempat, seperti ruas jalan dan pasar semakin ramai di tengah wabah Covid-19.

"Terjadi pemandangan yang memprihatinkan menjelang Lebaran ini. Pemerintah menegaskan belum ada pelonggaran kebijakan, tetapi keramaian dan kerumunan orang terus saja terjadi. Kondisi ini membingungkan sebagian masyarakat," ujar Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Menurut Rerie, kalau memang belum ada pelonggaran kebijakan, pihak aparat yang berwenang seharusnya bisa langsung menertibkan.

Kenyataannya, jelas Rerie, sejumlah tempat termasuk ruas jalan di Jakarta mulai dipadati kendaraan. Di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, misalnya, meski secara resmi pasar ditutup, para pedagang tetap bisa menggelar dagangannya di pinggir jalan sekitar pasar.

Akibatnya kerumunan orang tidak terhindarkan. Padahal kawasan Tanah Abang adalah salah satu kawasan dengan catatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Jakarta.

Berdasarkan https://corona.jakarta.go.id, jumlah pasien positif Covid-19 di Tanah Abang sebanyak 305 orang hingga Senin (18/5).

"Hal tersebut juga menyebabkan masyarakat yang sejak awal mematuhi aturan untuk tetap di rumah menjadi bingung apakah sudah diberlakukan pelonggaran atau bagaimana? Kalau belum ada pelonggaran kebijakan, mengapa tidak ada sanksi dan pengaturan sesuai protokol kesehatan?” ujar Legislator Partai NasDem itu.

Kebingungan masyarakat, sambung Rerie, bisa berujung pada kekecewaan bahkan sikap skeptis dari masyarakat.

"Sebelum publik tidak peduli, saya berharap pemerintah bisa menerapkan kebijakan dengan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Rerie juga mengingatkan, penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa wabah Covid-19 ini harus dihadapi secara bersama dengan disiplin yang tinggi. Jangan sampai kelengahan membawa dampak berlarutnya penyebaran wabah.***


wwwwww