Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
16 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
22 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
3
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
22 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
4
198.765 Jamaah Lunasi Setoran Haji, Kemenag: Boleh Diminta tapi Jangan Semuanya Ya!
Pemerintahan
22 jam yang lalu
198.765 Jamaah Lunasi Setoran Haji, Kemenag: Boleh Diminta tapi Jangan Semuanya Ya!
5
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
18 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
6
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
8 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

JK Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Terapkan 'Herd Immunity'

JK Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Terapkan Herd Immunity
Arus lalu-lintas menuju Pasar Pondok Labu macet pada Selasa (19/5/2020) siang. (Foto: Muslikhin/GoNews.co)
Selasa, 19 Mei 2020 17:47 WIB
JAKARTA - "Artinya, virus terus dibiarkan menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan jika bertahan hidup akan kebal,". Demikian kutipan MIT Technology Review yang menjelaskan soal herd immunity.

Terkait hal itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK), mengingatkanpemerintah agar tidak menempuh cara herd immunity (kekebalan kelompok) dalam rangka menanggulangi pandemi virus corona/Covid-19).

Dilansir CNN Indonesia, Selasa (19/5/2020), JK menyebut, herd immunity bisa menimbulkan banyak korban karena tidak ada kepastian seseorang akan kebal dari virus corona. Skenario terburuk yang mungkin akan dihadapi justru kematian.

"Kerugian materi bisa diganti tapi ini kan tidak bisa," kata JK.

Seperti diketahui, pemerintah mulai bicara soal New Normal, atau The Next Normal (dalam berkas materi rapat BNPB 12 Mei 2020). Seiring dengan itu, rencana pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga terus menggema. Dan meski masih rencana, beberapa pasar mulai ramai pengunjung bahkan hingga berjejal.

Untuk diketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan pedoman bagi negara-negara soal penerapan the new normal. Inti dari pedoman transisi tersebut yakni pemerintah suatu negara harus membuktikan transmisi Covid-19 telah dikendalikan.

Pelonggaran PSBB ini pernah menjadi perhatian serius, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Ia mempertanyakan rencana pemerintah. Kata Lestari, "apakah negara kita sudah memenuhi persyaratan itu semua, di kala kasus positif Covid-19 terus bertambah?".

Juru Bicara Koalisi Lawan Corona (KLC) Nukila Evanty berharap, pemerintah memiliki kajian matang sebelum menerapkan setiap kebijakan.

"Kita dengar ada tim pakar di BNPB yang tengah menyusun kajian terkait rencana pelonggaran PSBB. Kita upayakan, sedari dini mereka mau terbuka soal kajiannya agar apapun yang diterapkan nanti bisa efektif menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dan bangsa," kata Nukila.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Umum, Nasional, Kesehatan, GoNews Group

Loading...
www www