Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
22 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
18 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
22 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Agam
23 jam yang lalu
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang

UMKM Padang Produksi 300 Ribu Masker saat Covid-19

UMKM Padang Produksi 300 Ribu Masker saat Covid-19
Para ibu-ibu di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan membuat masker kain. (ANTARA/Istimewa)
Sabtu, 16 Mei 2020 22:47 WIB
PADANG - Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang memberdayakan pelaku usaha mikro untuk memproduksi sekitar 300 ribu masker di tengah pandemi Corona Virus Disase (COVID-19) di Padang, Sumatera Barat.

"Saat ini kami tengah memberdayakan sekitar 500 pelaku usaha mikro yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Padang untuk memproduksi 300 ribu masker," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Syuhandra, di Padang, Sabtu (16/5/2020).

Ia mengatakan masker yang diproduksi tersebut berupa masker kain. Kemudian terkait pembuatan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat diproduksi oleh beberapa pelaku usaha mandiri.

Menurut dia di tengah pandemi COVID-19 ini kebutuhan masker meningkat dan berpeluang bagi para pelaku usaha mikro yang terdampak COVID-19 di Padang.

Lebih lanjut ia mengatakan pada umumnya semua koperasi dan pelaku usaha mikro di Padang terdampak pandemi COVID-19. Kemudian ia menjelaskan ribuan koperasi dan usaha mikro yang terdampak tersebut didominasi bidang kuliner, kerajinan, dan bidang pakaian.

"Apa lagi bidang kuliner pasti banyak yang ragu untuk membeli di tengah pandemi COVID-19 ini," ujar dia.

Kemudian ia mengatakan terkait koperasi juga terdampak COVID-19, karena koperasi merupakan usaha dalam bentuk simpan dan pinjam. Sehingga berpengaruh terhadap kemampuan anggota untuk membayarnya.

Ia menyebutkan total pelaku usaha mikro yang terdapat di Padang saat ini sekitar 20 ribu pelaku usaha.

"Saat ini kami sedang menunggu kebijakan dari kementerian karena pihak kementerian sudah meminta data terhadap pelaku usaha yang terdampak COVID-19. Kami berharap segera ditemukan solusi terhadap pelaku usaha yang terdampak COVID-19," kata dia.

Kendati demikian ia mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk merumuskan cara untuk menghidupkan kembali usaha mikro yang terdampak COVID-19 di Padang.

"Salah satu upaya yang dilakukan ialah mempromosikan produk-produk mereka ke beberapa tempat dan melalui beberapa media. Dengan harapan bisa dibeli masyarakat," ujar dia. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, Ekonomi, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www