Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
11 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
2
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
Politik
11 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
3
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
10 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
4
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
12 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
5
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
10 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
6
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
11 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Tak Kebagian Bansos, Warga Aceh Mengamuk di Kantor Desa, Kursi Rusak, Jendela Pecah

Tak Kebagian Bansos, Warga Aceh Mengamuk di Kantor Desa, Kursi Rusak, Jendela Pecah
Sabtu, 16 Mei 2020 15:36 WIB
ACEH SELATAN - Sekelompok massa yang tidak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) mengamuk di kantor desa Silolo, Kecamatan Pasi Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Jumat (15/5).

Sejumlah sarana kantor desa tersebut rusak parah. "Ada sejumlah sarana kantor yang ikut rusak, seperti kursi, meja, dan jendela kaca yang pecah akibat dirusak massa," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Ramli Tanjung, Jumat malam.

Menurutnya, massa mengamuk setelah berupaya mempertanyakan penyaluran dana BST, karena warga di Desa Silolo, banyak yang tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Tidak hanya itu, massa juga menyegel kantor desa setempat karena imbas dari kekecewaan yang mereka alami.

Hingga Jumat jelang tengah malam, kata Ramli Tanjung, Camat Pasi Raja, Aceh Selatan Anakhi juga masih memimpin musyawarah bersama masyarakat dan muspika, setelah kejadian amuk massa guna mencari solusi atas kejadian tersebut.

"Informasi sementara yang kami terima, massa kecewa karena tidak mendapatkan dana BST dari pemerintah. Masyarakat berkeinginan dana bantuan agar dibagi merata," kata Ramli Tanjung.

Menurut warga, masyarakat kecewa karena tidak semua yang kena dampak ekonomi pandemi COVID-19 di daerah itu mendapatkan bantuan.

Padahal, semua masyarakat merasakan dampaknya. "Sampai malam (tadi) masih diupayakan untuk diselesaikan oleh pak camat di desa," kata Ramli Tanjung menuturkan.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho diwakili Kasat Reskrim Iptu Zeska Julian Taruna membenarkan kejadian amuk massa tersebut.

"Kami sudah berada di lokasi, kasus ini sedang kami selidiki," kata Iptu Zeska Julian Taruna.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:ANTARA
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan

wwwwww