Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
23 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
19 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
23 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   Solok

Petani Solok Keluhkan Harga Cabai Rp7.000 per Kilogram

Petani Solok Keluhkan Harga Cabai Rp7.000 per Kilogram
Harga cabai di tingkat petani anjlok hanya Rp7.000 per kilogram (Antara/Laila Syafarud)
Sabtu, 16 Mei 2020 22:48 WIB
SOLOK - Petani di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengeluhkan harga cabai anjlok yakni hanya Rp7.000 per kilogram jika dibandingkan dengan harga sebelumnya mencapai Rp50.000 per kilogram.

Seorang pentani di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok Hendri (30), di Alahan Panjang, Sabtu (16/5/2020) mengatakan turunnya harga cabai tersebut sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu secara bertahap.

Kemudian ia menyebutkan sebelumnya harga cabai mencapai Rp50.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp25.000, turun lagi menjadi Rp20.000 per kilogram, dan terus turun menjadi Rp10.000. Sampai sekarang masih turun hanya Rp7.000 per kilogram.

"Selain harga yang murah perawatannya juga susah membutuhkan biaya yang mahal. Akan tetapi harus bagaimana lagi petani terpaksa menjual dengan harga Rp7.000," kata dia.

Ia mengaku mengalami kerugian yang cukup besar dengan penjualan cabai yang hanya Rp7.000 tersebut. Karena biaya perawatannya yang cukup mahal.

"Biasanya sekali panen dengan berat 500 kilogram mendapat omset puluhan juta. Namun sekarang tidak mencukupi," ujar dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan harga tomat juga murah hanya Rp2.500 per kilogram jika dibandingkan dengan harga sebelumnya mencapai Rp5.000 per kilogram.

"Penurunan harga tomat ini juga sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu," kata dia.

Ia mengatakan tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga cabai dan tomat tersebut dan berharap harganya kembali naik.

Petani lainnya Yanti (35) menyebutkan sejumlah tanaman lainnya berupa bawang merah mengalami kenaikan harga mencapai Rp45.000 per kilogram dibandingkan dengan harga sebelumnya hanya Rp20.000 per kilogram.

"Kenaikan harga bawang ini memang sudah cukup lama bertahan yaitu sekitar dua bulan yang lalu," kata dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan kubis juga mengalami kenaikan harga mencapai Rp3.000 per kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp1.000 per kilogram.

"Kebetulan tanaman yang banyak dipanen oleh petani di Alahan Panjang saat ini berupa cabai dan tomat, makanya harganya anjlok," sambungnya.

Sedangkan untuk bawang merah sendiri, kata dia saat ini masyarakat di Alahan Panjang lebih banyak yang sedang melakukan penanaman ketimbang yang panen.

Menurut petani lainnya Edi (45) kerugian petani cabai saat ini mencapai 90 persen, sedangkan kerugian petani tomat mencapai 65 persen.

"Karena biaya perawatannya yang tidak sedikit seperti upah pengolahan lahan serta harga pupuk dan harga pestisida juga naik, sedangkan harga cabai anjlok," kata dia. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Solok

Loading...
www www