Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
23 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
19 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
23 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Pandemi Covid-19, Harga Gabah Mei 2020 Anjlok

Pandemi Covid-19, Harga Gabah Mei 2020 Anjlok
Gabah. (Ilustrasi: Ist.)
Jum'at, 15 Mei 2020 15:49 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Muslim mengungkapkan, ada potensi guncangan ekonomi lantaran anjlokya harga gabah hasil panen raya tahun ini.

32 persen dari total panen gabah saat ini dijual di bawah Rp 4200 atau di bawah harga Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Angka 32 persen ini adalah peringatan manakala nanti sampai di atas 50 persen maka statusnya menjadi 'awas'.

"Kalau ini terus berlanjut, maka akan terjadi keguncangan ekonomi," analisa Muslim yang dikutip dari siaran persnya, Jumat (15/5/2020).

Data bahwa jumlah petani dan luas lahan pertanian terus berkurang dari tahun ke tahun juga mesti terus dicarikan solusi. Muslim berharap, ketidaksejahteraan petani akibat murahnya harga jual dan minimnya lahan pertanian, tidak semakin memperburuk kondisi ekonomi pangan.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Ekonomi, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www