Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Politik
10 jam yang lalu
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
2
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
Peristiwa
22 jam yang lalu
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
3
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
21 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
4
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Umum
23 jam yang lalu
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
5
Polisi Terus Usut Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD
Peristiwa
20 jam yang lalu
Polisi Terus Usut Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD
6
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
9 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Loading...
Home  /   Berita  /   Feature

Ketika Umar Minta Izin Dimakamkan di Samping Muhammad dan Abu Bakar, Begini Jawaban Aisyah

Ketika Umar Minta Izin Dimakamkan di Samping Muhammad dan Abu Bakar, Begini Jawaban Aisyah
Umat Islam berziarah di depan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar as Siddiq, dan Umar bin Kattab di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (6/5/2019). (republika.co.id)
Jum'at, 15 Mei 2020 09:23 WIB
SAHABAT Rasulullah SAW, Umar bin Khattab, wafat saat menjabat sebagai khalifah pada 26 Zulhijjah 23 H. Umar dibunuh Abu Lukluk ketika akan memimpin Shalat Subuh.

Dikutip dari Republika.co.id, Abu Lukluk adalah orang Persia yang masuk Islam setelah negerinya ditaklukkan Umar. Dia membunuh Umar karena dendam pribadinya kepada Umar yang menaklukkan negerinya.

Dalam keadaan sekarat, Umar bin Khattab dibawa oleh orang-orang dari masjid ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Umar dibaringkan.

Dalam keadaan sekarat, Umar menyuruh anaknya, Abdullah bin Umar pergi ke rumah Ummul Mukminin, Aisyah, yang merupakan istri Rasulullah SAW.

''Sekarang berangkatlah ke rumah Aisyah ummul mukminin dan katakan, Umar menyampaikan salam kepadanya dan jangan kamu katakan salam dari Amirul Mukminin. Sebab sejak hari ini saya tidak lagi menjadi Amirul Mukminin. Sampaikan pula kepadanya, bahwa Umar bin Khattab, memohon diizinkan dimakamkan tepat di samping kedua sahabatnya,'' kata Umar ke anaknya.

Setelah mendengar pesan ayahnya, Abdullah pamit berangkat ke rumah Aisyah. Sesampainya di depan pintu rumah Aisyah, Abdullah bin Umar meminta izin masuk.

Dia pun diizinkan masuk. Di sana, dia mendapati Aisyah sedang duduk menangis. Abdullah bin Umar berkata, ''Umar bin Khattab mengucapkan salam untukmu dan dia minta izin agar dapat dimakamkan di samping kedua sahabatnya.''

Aisyah menjawab, ''Sebenarnya saya juga menginginkan agar tempat tersebut menjadi persemayaman terakhirku kelak, sewaktu meninggalkan dunia ini. Tetapi sayang, hari ini saya harus mengalah untuk Umar.''

Ketika Abdullah bin Umar kembali ke rumahnya, maka ada yang mengatakan, ''Lihatlah Abdullah bin Umar sudah sampai.''

Umar berkata, ''Angkat saya!''

Salah seorang menyandarkan Umar ke tubuh anaknya, Abdullah bin Umar. Umar bertanya, ''Nak, apa berita yang engkau bawa?''

Abdullah menjawab, ''Sebagaimana yang ayahanda inginkan, wahai Amirul Mukminin, Aisyah telah mengizinkan dirimu.''

Umar berkata, ''Alhamdulillah, tidak ada yang lebih penting bagiku selain ini. Setelah saya meninggal dunia, bawalah jenazahku ke sana dan katakan, Umar bin Khattab minta izin untuk masuk. Jika dia memberikan izin, maka bawalah saya masuk. Tetapi seandainya dia menolak, maka makamkanlah jenazahku di pemakaman kaum Muslimin.''

Umar kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Beliau kemudian wafat.

Setelah semuanya siap, orang-orang menggotong jenazahnya dengan berjalan kaki. Setelah sampai ke dekat persemayaman kedua sahabatnya, Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada Aisyah, dan berkata, ''Umar bin Khattab meminta izin masuk.''

Aisyah menjawab, ''Bawalah dia masuk.''

Maka jenazah Umar dibawa masuk dan dimakamkan di samping kedua sahabatnya.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Feature

Loading...
www www