Home  /  Berita  /  GoNews Group

Singgung Krisis Pangan, BNPB Pesankan Pentingnya Sinergi

Singgung Krisis Pangan, BNPB Pesankan Pentingnya Sinergi
Lembar 'Tracing' dalam dokumen 'Evaluasi Penanggulangan Covid-19 dan Isu-Isu Aktual' yang disampaikan BNPB. (Gambar: Tangkapan layar siaran RDP virtual BNPB dengan Komisi VII DPR RI)
Kamis, 14 Mei 2020 00:44 WIB
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan upaya penanganan krisis pangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sinergi berbagai pihak terkait, diperlukan dalam upaya ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual, yang berlangsung dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (12/5/2020) lalu.

"Bagaimana kita melakukan, memberdayakan masyarakat itu bisa hidup lebih baik lagi, mungkin kita lakukan dengan padat karya tunai. Bagaimana pertaniannya bisa hidup kembali, bagaimana peternakannya bisa lebih baik lagi, perkebunannya, perikanannya, dan juga mungkin disini juga bagaimana mengerjakan infrastruktur, sehingga persoalan-persoalan jadi untuk krisis pangan ini bisa kita atasi semuanya, kalau memang semuanya bersinergi. Baik dari Kemendesnya, Kemsosnya, dari semua yang terkait termasuk dari pemerintah daerah bersatu padu sehingga persoalan-persoalan pemulihan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan baik," papar Harmensyah.

Paparan itu, disampaikan Harmensyah saat menyampaikan Evaluasi Penanggulangan Covid-19 dan Isu-Isu aktual yang terkait. Tepatnya, saat memaparkan lembar berjudul 'Tracing'.

Dalam lembar yang terkait dengan penelusuran itu, Harmensyah menjelaskan upaya-upaya yang perlu dilakukan terkait dengan potensi kepulangan 448 WNI dan 9. 627 ABK WNI.

Dalam upaya penelusuran, pengecekan kesehatan di pintu-pintu kedatangan seperti bandara, dilakukan. Lembar itu menjelaskan, individu dengan hasil test negatif akan diisolasi, sementara yang dinyatakan positif akan diisolasi RS Khusus yakni di Wisma Atlet Kemayoran, dan RS di Pulau Galang.

Warga yang kemudian dinyatakan sembuh dan sehat, kata Harmensyah, "bisa pulang kampung," kemudian berlanjut ke pemberdayaan dan padat karya yang muaranya adalah pemulihan ekonomi warga.

Untuk diketahui, berdasarkan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo pada 9 April 2020. Pemerintah telah membuat Program Padat Karya Kementrian. Total anggarannya sebesar Rp 16,9 T. Kemendes ditarget menyerap 59 ribu orang tenaga kerja, Kemen PUPR menyerap 530 ribu orang pekerja, dan Kementerian lain yak tak di rinci yakni Kementerian Pertanian, Perikanan, Perkebunan. Dari Rp 16,9 triliun itu, sebesar Rp 10,2 triliun jadi jatah KemenPUPR.

Sekedar pengingat, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga pernah menyinggung soal ketahanan pangan di tengah Pandemi Covid-19. Prabowo meminta para kadernya untuk bersiap diri dengan mulai bercocok tanam dan memiliki lumbung-lumbung pangan sendiri. Video pidato Prabowo ini, viral dan mudah ditelusuri secara daring.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, GoNews Group
wwwwww