Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
24 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
20 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
5
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
6
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

BI Perkirakan Pemulihan Ekonomi Sumbar Butuh Waktu Lima Bulan

BI Perkirakan Pemulihan Ekonomi Sumbar Butuh Waktu Lima Bulan
Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama. (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Kamis, 14 Mei 2020 21:59 WIB
PADANG - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan butuh waktu hingga lima bulan untuk memulihkan ekonomi provinsi itu yang terdampak Corona Virus Disease (COVID-19).

"Jika pada awalnya diperkirakan ekonomi Sumbar 2020 tumbuh pada angka 4,97 persen dengan adanya pandemi ini turun menjadi kisaran 2,3 hingga 2,7 persen pada tahun ini," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, angka 2,3 hingga 2,7 persen terealisasi jika wabah ini bisa berakhir Juni dan sudah ada kegiatan ekonomi pada Juli 2020.

"Akan tetapi kalau lebih panjang lagi pemberlakuan PSBB maka ekonomi Sumbar akan lebih turun lagi," kata dia.

Ia melihat saat ini sektor yang masih tumbuh adalah pertanian, perdagangan informasi dan komunikasi, sementara sektor transportasi dan industri pengolahan turun.

Wahyu mengatakan pemulihan ekonomi Sumbar akan bergantung pada kapan PSBB berakhir dan keran ekonomi dibuka kembali.

Sektor yang paling cepat tumbuh setelah adanya pembatasan adalah transportasi dan perdagangan.

"Begitu orang dibolehkan terbang maka akan banyak yang pulang kampung atau sebaliknya akan banyak yang ke Jakarta, ini juga bisa memicu kenaikan harga tiket pesawat," katanya lagi.

Termasuk perdagangan, saat semua kembali dibuka orang akan belanja apa saja yang selama ini dilarang.

Terkait dengan stimulus ekonomi yang perlu diberikan pemerintah amat tergantung pada ketersediaan dana di APBD. Salah satunya, kata dia, kegiatan pemerintah mulai dari investasi hingga pembangunan infrastruktur.

Apalagi saat ini swasta juga banyak bergantung pada pengeluaran pemerintah karena usahanya bergantung dari anggaran pemerintah.

Sementara mengacu pada angka pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan I 2020 yang berada pada angka 3,92 persen, ia memperkirakan pada triwulan II tahun ini akan turun menjadi satu persen. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Sumatera Barat, Ekonomi

Loading...
www www