Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
23 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
19 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
23 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

BI: Inflasi di Sumbar pada Ramadhan Tahun Ini Terkendali

BI: Inflasi di Sumbar pada Ramadhan Tahun Ini Terkendali
Pedagang cabai di Pasar Raya Padang. (Antara/Laila Syafarud)
Kamis, 14 Mei 2020 21:59 WIB
PADANG - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat inflasi di provinsi itu pada Ramadhan 2020 relatif terkendali, berbeda dengan Ramadhan sebelumnya yang selalu mengalami kenaikan.

"Biasanya setiap Ramadhan selalu terjadi peningkatan inflasi, namun saat ini yang terjadi adalah deflasi 0,41 persen sehingga nilai inflasi tahunan Sumbar hanya 1,45 persen," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, akibat pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) permintaan di Sumatera Barat mengalami penurunan. "Selain itu saat ini sedang masuk masa panen bahan pokok utama sehingga stok berlimpah," kata dia.

Kemudian dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat para perantau Minang tidak pulang kampung sehingga ikut andil membuat permintaan bahan pokok turun.

"Memang ada sejumlah komoditas pokok yang mengalami kenaikan seperti bawang merah, namun ini lebih karena faktor kualitas bawang Sumbar yang bagus dan banyak dijual ke luar provinsi," kata dia.

Ia menyampaikan Sumatera Barat turut menyuplai bawang merah untuk Pulau Sumatera sehingga harga jadi naik

Terkait dengan pengendalian harga, ia menyampaikan saat ini tidak bisa melakukan operasi pasar karena kebijakan PSBB. "Salah satu solusinya adalah dengan menggelar pasar murah secara daring dan hal ini telah dilaksanakan oleh Toko Tani Center yang dikelola Dinas Padang Sumbar," kata dia.

Ia memperkirakan hingga Mei 2020 inflasi di Sumbar akan terkendali karena permintaan yang rendah. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Sumatera Barat, Ekonomi

Loading...
www www