Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Suami Tertahan di Sumbar, Pedagang di Cirebon Ini Menangis Histeris Karena Tempat Usaha Ditutup saat PSBB


Seorang Ibu menangis histeris saat tokonya ditutup karena PSBB. (Istimewa)

Rabu, 13 Mei 2020 03:04 WIB
CIREBON - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia ternyata tidak sepenuhnya memberi dampak positif. Baru-baru ini viral video seorang ibu pedagang di Cirebon, Jawa Barat, menangis histeris karena tidak terima tempat usahanya ditutup sementara selama penerapan PSBB.

Video itu pun mendadak heboh di dunia maya. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Minggu, (10/5). Dalam video itu tampak seorang ibu di tengah jalan menangis histeris usai petugas meminta tempat usahanya ditutup sementara.

"Hari keempat pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon, seorang pedagang di Pusat Grosir Cirebon (PGC) mengamuk dan melawan petugas saat diminta menutup usahanya," tulis akun Instagram @fakta.indo di postinganya tersebut.

Pedagang yang belum diketahui pasti identitasnya itu menolak keras permintaan petugas untuk menutup tempat usahanya. Lokasi yang diketahui berada di Pusat Grosir Cirebon (PGC) itu pun mendadak heboh akibat suara sang ibu tersebut terdengar keras.

"Anak saya mau makan apa? Anak saya teriak-teriak, Pak. Ini peraturan pemerintah tidak ada solusi bagi pedagang kecil. Suami saya juga enggak bisa datang karena ada PSBB di Sumatera Barat. Saya mau makan apa sama anak saya, Pak," ucap ibu tersebut dengan nada suara yang tinggi.

Di tengah impitan ekonomi, ibu itu pun marah kepada petugas karena dianggap tidak memikirkan keadaannya yang terancam tidak makan. Dengan demikian, ibu yang mengaku dari Sumatera Barat itu pun tidak akan menutup tempat usahanya tersebut.

Tak hanya itu, akibat pemberlakuan PSBB di Kota Cirebon, ia pun menyebut tidak bisa pulang ke kampung halamannya di Padang. Postingan video itu pun ramai di media sosial. Bahkan, para warganet merasa prihatin dan kasihan kepada ibu tersebut.

"Enggak tahu mau komentar apa. Pemerintah takut masyarakat mati kena corona, masyarakat takut mereka mati kelaparan," tulis @hilihbicityou.

"Sabarrrr ya, Buk," lanjut @cyberrior_paintjobs.

"Makanya orang kalau memang rumahnya di daerah jangan dikira mudik. Masa bedain mudik sama pulang saja para haters pak Jokowi enggak bisa bedain. Kan kasihan ibu ini gak bisa balik ke Padang," timpal @jefxander19.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:KUMPARAN.COM
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww