Home  /  Berita  /  Politik

Minyak Dunia Anjlok, Mulan Jameela Berharap Pemerintah Turunkan Harga BBM

Minyak Dunia Anjlok, Mulan Jameela Berharap Pemerintah Turunkan Harga BBM
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulan Jameela. (Dok. Humas DPR)
Selasa, 12 Mei 2020 05:47 WIB
JAKARTA - Penyanyi sekaligus anggota DPR, Mulan Jameela berharap harga BBM di Indonesia segera turun, menyusul anjloknya harga minyak dunia.

Mulan Jameela menyampaikan harapan itu saat ikut Rapat Dengar Pendapat secara virtual bersama anggota Komisi VII DPR RI dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Dia kemudian mengunggah ke akun Instagram Story miliknya. "Harga minyak dunia saat ini mengalami penurunan drastis, bahkan minus akibat pandemi covid-19. Tentunya hal ini dapat memengaruhi harga BBM di Indonesia juga," ungkap Mulan Jameela, seperti dilansir GoNews.co dari JPNN, Selasa (12/5/2020).

Istri Ahmad Dhani itu merasa penurunan BBM akan sangat membantu masyarakat. Apalagi kondisi perekonomian warga sedang buruk lantaran pandemi virus corona atau covid-19.

"Doakan mudah-mudahan harga BBM di Indonesia juga mengalami penurunan. Agar bisa membantu masyarakat Indonesia," sambung pelantun Mahkluk Tuhan Paling Seksi itu.

Selain itu Mulan Jameela juga mengingatkan agar produksi migas Indonesia tetap beroperasi.

Sebab menurutnya hal tersebut merupakan sumber ekonomi negara yang masih bisa diandalkan.

"Produksi migas sebagai salah satu sumber ekonomi negara juga tetap dapat diproduksi di tengah keterbatasan pandemi covid-19 ini," imbuh Mulan Jameela.

Diberitakan sebelumnya, pertama kalinya dalam sejarah, harga minyak mentah berjangka AS anjlok di bawah nol dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Hal ini karena terjadi kelebihan pasokan yang disebabkan situasi di tengah hantaman virus corona, ketika para pedagang yang putus asa membayar untuk menyingkirkan minyak yang kontraknya akan berakhir Selasa.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot 55,9 dolar AS atau lebih dari 305 persen, menjadi menetap di -37,63 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh titik terendah sepanjang masa -40,32 dolar AS per barel.

Harga minyak negatif menyiratkan bahwa produsen akan membayar pembeli untuk mengambil minyak dari tangan mereka.

Ini menandai pertama kalinya kontrak berjangka minyak diperdagangkan negatif dalam sejarah, menurut Dow Jones Market Data.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:JPNN.com
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Politik
wwwwww