Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
20 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
19 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
19 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
20 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
5
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
Politik
19 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
6
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
GoNews Group
20 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Bossman Ungkap 'Pebisnis' Vaksin di Pandemi Covid-19

Bossman Ungkap Pebisnis Vaksin di Pandemi Covid-19
Ilustrasi vaksin. (Gambar: getty images)
Selasa, 12 Mei 2020 22:38 WIB
JAKARTA - "Kunci penanganan COVID-19 ini ada di pengembangan vaksin, sehingga ketersediaan vaksin yang murah perlu disiapkan," kata Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Gusti Farid Hasan Aman.

Penyataan Gusti, disampaikan dalam sebuah rilis pers yang mengungkap dua poin utama hasil Pertemuan Puncak Online Gerakan Non-Blok (GNB) untuk menghadapi COVID-19 (The Online Summit Level Meeting of the Non-Aligned Movement (NAM) Contact Group in Response to COVID-19) yang berlangsung pada tanggal 4 Mei 2020 yang lalu. Dua poin penting itu adalah "pendekatan multilateralisme dan pembentukan gugus tugas GNB,". Dengan multilateralisme, diharap ada saling bantu antar negara-negara anggota GNB terkait pemenuhan sumber daya Kesehatan.

Indonesia, juga tengah mengembangkan serum hingga vaksin Covid-19. Menristek Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia bekerjasama dengan pihak luar negeri dalam hal ini.

"Saat ini lembaga Ejikman sedang melakukan whole genome sequencing untuk mendeteksi virus COVID-19 yang ada di Indonesia sebenarnya seperti apa, dan datanya (nanti) di-share secara internasional," kata Bambang saat live di Youtube BNPB, Minggu (3/5/2020) pekan lalu.

Kepercayaan publik Indonesia terkait data-data jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia terpotret, tak begitu kuat. Seorang Ibu yang tak bisa disebutkan namanya, di bilangan Tangerang Selatan, dikabarkan menguburkan jenazah suaminya tanpa bantuan banyak warga, karena Ia menolak suaminya disebut meninggal dunia lantaran infeksi Covid-19. Seminggu setelah jenazah dikebumikan, hasil swab test almarhum dari sebuah RS terkemuka di Jakarta, mengonfirmasi almarhum memang negatif Covid-19 (hasil swab test sebelumnya di RS yang sama menyebut positif).

Di tengah ketidakpastian, ada juga warga yang menduga bahwa wabah covid tak lepas dari agenda konspirasi. Seorang driver taksol yang melayani wartawan GoNews.co pekan lalu, menyebut soal "restart system" dalam pandangan teori konspirasi di tengah pandemi yang Ia yakini.

Dirkursus konspirasi terkait Corona/Covid-19 memang telah meyeruak di Indonesia sejak mula kemunculan virus ini di China, Januari lalu. Mulanya, adalah isu bocornya virus di sebab fasilitas di China. Berlanjut, sebuah film berjudul 'Contaigen' yang menceritakan soal konspirasi bisnis vaksin di tengah pandemi, mendadak banyak ditonton.

Sekitar April, Pemerhati Sosial, Politik, Mardigu Wowiek alias Bossman, pernah mengungkap soal manipulasi data Covid-19 melalui sebuah video narasi di akun instagramnya. WHO (World Health Organization), sempat disebut sebagai CHO (China Health Organization) dalam video berjudul 'Terungkap!!! China dan WHO Menanipulasi Data Covid-19' itu. Namun, kini video itu telah diblokir dengan keterangan 'Informasi palsu,'.

Kepada GoNews.co, Mardigu mengonfirmasi sebuah nama ketika ditanya soal siapa yang bermain di bisnis vaksin di tengah Pandemi Corona/Covid-19. Tapi Ia tak merinci negara-negara mana saja yang sedang 'bermain' di bisnis vaksin ini.

"Saya dapat data, 'moderna'" kata Mardigu, Selasa (12/5/2020).

Penelusuran GoNews.co, perusahaan besar yang terkait dengan vaksin adalah Moderna Therapeutics yang bermarkas di Massachusetts, Amerika Serikat. Melalui laman resminya, modernatx.com, perusahaan ini merinci aktifitas mereka terkait ini dalam sebuah laporan berjudul 'Moderna’s Work on a Potential Vaccine Against COVID-19' atau 'Karya Moderna tentang Vaksin Potensial Melawan COVID-19'.

Mengutip siaran pers mereka yang dirilis 27 April sore hari waktu setempat, Kepala Medical Officer di Moderna, Tal Zaks, MD, Ph.D., menyatakan, "Kami bergerak cepat untuk menangani darurat kesehatan global ini,".***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Kesehatan

Loading...
www www