Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
18 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
24 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
8 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
8 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
5
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
10 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
20 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Chief Marketing Borneo FC Sedih Tak Ada Pemasukan

Chief Marketing Borneo FC Sedih Tak Ada Pemasukan
Minggu, 10 Mei 2020 21:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Tanpa ada kegiatan kompetisi, manajemen Borneo FC sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Kewajiban membayar hak pemain dan ofisial tim tak selaras dengan pemasukan yang didapat.

Tak hanya Borneo FC, situasi tanpa pemasukan juga dirasakan kontestan lain. Kondisi ini bisa terus terpuruk jika pandemi tak kunjung berakhir.

"Sangat sedih tidak ada pemasukan. Ya bukan hanya kami. Semua klub merasakan hal yang sama," tutur Chief Marketing Borneo FC, Novi Umar.

Beruntung pihak sponsor yang mendanai Borneo FC masih menjalin hubungan dengan baik. Walhasil masih ada kekuatan yang bisa digunakan menggerakkan tim.

"Alhamdulillah dari sembilan sponsor yang bekerja sama dengan kami musim ini, tidak ada yang rasionalisasi kontrak. Semua mau bersabar dan mengerti situasi yang dihadapi," jelasnya.

Sayangnya penjualan jersey belum maksimal karena baru awal musim. Outlet resmi Borneo FC juga tidak beroperasi karena mengikuti imbauan pemerintah.

"Kalau jersey kami memang belum tersedia di store. Misal ada yang ingin beli via online ke apparel Riors," lanjutnya.

Soal kelanjutan kompetisi, Novi belum berani berkomentar banyak. Menurutnya mengatasi pandemi Covid-19 jauh lebih utama.

"Kalau dari sisi marketing, melanjutkan liga sangat bagus. Kerja sama dengan sponsor bisa kembali dilanjutkan," pungkasnya. ***


Loading...
www www