Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
8 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
6 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
4
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
21 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
5
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
10 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
6
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
21 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Cari Minat! Keluarga Harus Optimalkan Kegiatan Belajar di Rumah selama Pandemi

Cari Minat! Keluarga Harus Optimalkan Kegiatan Belajar di Rumah selama Pandemi
Gambar: Ist.
Minggu, 10 Mei 2020 15:55 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin menegaskan, pentingnya peran seluruh anggota keluarga dalam mengoptimasi kegiatan belajar anak-anak didik di rumah, selama masa pandemi Covid-19.

"Tidak hanya Ibu tapi juga Ayah, Kakak, atau mungkin Kakek dan Nenek," kata Hetifah dalam acara Live Teaching yang bertajuk 'Pendidikan Keluarga di Masa Pandemi' bersama Kampus dan Komunitas Guru, Sabtu (9/5/2020) pagi.

Mantan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar ini memaparkan, "ada banyak tipe kegiatan yang bisa dilakukan bersama, mulai dari kegiatan sosial, seni, berkebun, atau sesederhana menonton film bersama. Temui potensi minat dan bakat masing-masing anggota keluarga yang mungkin selama ini masih terpendam,".

"Sebagai contoh, kami mencoba memanfaatkan sampah-sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan yang rontok di halaman untuk diolah menjadi pupuk kompos. Jika ini berhasil, ke depannya sangat mungkin untuk terus diterapkan sehingga bisa menghasilkan nilai tambah ekonomis dan lingkungan. Kalau bukan karena WFH, mungkin hal ini tidak akan terpikirkan dan tidak akan sempat," tuturnya.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Pendidikan, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www