Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
19 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
9 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
9 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
11 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
5
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
6 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
21 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Ganjar Mukti Merasakan Suasana Berbeda di Aceh

Ganjar Mukti Merasakan Suasana Berbeda di Aceh
Sabtu, 09 Mei 2020 01:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANDA ACEH - Ganjar Mukti yang musim ini ke Persiraja Banda Aceh menceritakan rezeki yang datang tak terduga. Pemain yang akrab disapa Ganjar itu tidak pernah merencanakan akan bermain di Persiraja Banda Aceh, tim yang berada di ujung barat Indonesia.

“Betul Persiraja tim paling jauh ke barat. Saya tidak pernah tahu rezeki saya ada dimana. Saya cuma kerja keras dan berdoa selebihnya Tuhan yang punya peran,” ungkap Ganjar.

Selama berada di Aceh, mantan pemain PSIS Semarang itu mengungkapkan suasana di Aceh berbeda dengan daerah-daerah lain. 

Selain masyarakatnya yang ramah dan banyaknya kedai kopi sebagai tempat nongkrong. Menurut Ganjar, masyarakat Aceh sangat religius karena pertandingan dilaksanakan setelah jadwal beribadah.

“Di Aceh suasana nya sangat hangat dari suporter dan penduduknya lebih friendly. Cuma bedanya jam bertanding saja disana dilaksanakan setelah Salat Isya,” kata Ganjar.

“Untuk suasana kota disana banyak sekali kedai kopi banyak tempat untuk duduk sambil ngobrol sama teman-teman,” imbuhnya.

Ganjar mengungkapkan jika kompetisi tidak berhenti akibat pandemi dia bisa merasakan atmosfer pertandingan di bulan Ramadan harus bermain away sebanyak empat kali selama bulan Ramadan ini.

“Suasana Ramadan pasti kena banget disana. Sayangnya kompetisi dihentikan ya, tapi walaupun liga masih jalan Persiraja dapat jatah away empat kali selama Ramadan ini,” pungkasnya. ***


Loading...
www www