Home  /  Berita  /  Padang Pariaman

Abrasi Pantai Rusak Sebuah Rumah dan Ancam Puluhan Kepala Keluarga di Padang Pariaman

Abrasi Pantai Rusak Sebuah Rumah dan Ancam Puluhan Kepala Keluarga di Padang Pariaman
Sebuah pohon kelapa tumbang akibat abrasi pantai yang terjadi di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. (Antara/Istimewa)
Sabtu, 09 Mei 2020 21:45 WIB
PARIT MALINTANG - Abrasi pantai yang terjadi di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat merusak sebuah rumah dan mengancam sekitar 70 kepala keluarga yang tinggal di daerah itu.

"Kejadiannya subuh kemarin dan pagi tadi abrasi masih berlanjut," kata Camat Batang Gasan Irmansudin di Batang Gasan, Sabtu (6/5/2020).

Ia mengatakan abrasi terjadi di sisi kiri dan kanan muara Batang Sungai Sariak yang dipasangi batu grip.

Akibat abrasi tersebut setidaknya sekitar 30 meter daratan habis digerus ombak sehingga telah merusak sebuah rumah warga, lapangan sepak bola, dan menumbangkan puluhan pohon, kata dia.

Ia menyampaikan meski abrasi juga terjadi tahun lalu namun kondisinya tidak separah sekarang yang apabila dibiarkan maka dapat mengancam sebuah perkampungan yang dihuni oleh sekitar 70 kepala keluarga serta terdapat satu sekolah yang jaraknya sekitar 100 meter dari pantai.

"Abrasi sebelumya sudah merusak satu rumah dan pemiliknya kembali membangun rumah sekitar 30 meter dari lokasi awal ke daratan, namun sekarang rumahnya rusak lagi," katanya.

Ia menyebutkan di lokasi rumah yang rusak akibat abrasi tersebut juga terdapat dua rumah lainnya yang pemiliknya masih belum mau mengungsi karena permasalahan ekonomi sedangkan pemilik yang rumahnya rusak sudah mengungsi ke rumah keluarga.

Menurut dia abrasi bisa saja terus terjadi melihat cuaca ekstrem yang terjadi di daerah itu dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan menurut warga di daerah itu yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan terjadinya abrasi tersebut disebabkan karena hempasan ombak dari arah batu grip.

Menurutnya untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pembangunan enam batu grip di sisi kiri dan kanan muara di daerah itu.

"Jadi dibangun batu grip di sisi kiri tiga dan sisi kanan tiga, insya Allah abrasi bisa teratasi," ujarnya.

Ia mengatakan tahun lalu pihaknya telah mengajukan permohonan pembangunan batu grip kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman namun karena permasalahan anggaran maka pembangunannya tidak terwujud.

"Sekarang apalagi sedang wabah COVID-19," kata dia.

Ia berharap pemerintah baik provinsi maupun pusat mau mengalokasikan anggaran untuk membangun batu grip di daerah itu guna melindungi warga serta daratan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Padang Pariaman, Sumatera Barat, Peristiwa

wwwwww