Home  /  Berita  /  Pasaman Barat

14 Warga Pasaman Barat yang Kontak dengan Supir Elpiji Dilakukan Tes Swab

14 Warga Pasaman Barat yang Kontak dengan Supir Elpiji Dilakukan Tes Swab
Seorang warga Katimaha Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat MP (45) saat dimakamkan di Batang Lingkin, Sabtu (9/5). Korban meninggal dunia pada Jumat (8/5) malam di sebuah klinik di Tiku Kabupaten Agam dicurigai COVID-19. (Antara/Altas Maulana)
Sabtu, 09 Mei 2020 21:08 WIB
SIMPANG EMPAT - Tim gugus tugas penanganan percepatan Corona Virus Disease (COVID-19) melakukan tes swab terhadap 14 orang warga Katimaha, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (9/5).

"Benar, hari ini kita melakukan tes swab kepada 14 orang yang kontak dengan korban Pasien Dalam Pengawasan yang meninggal dunia pada Jumat (8/5) malam," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Sabtu.

Ia mengatakan ke-14 orang itu merupakan keluarga, kenek dan teman korban yang pernah kontak langsung dengan korban dan kontak tidak langsung.

"Hasil tracing atau pelacakan terhadap riwayat kontak korban hingga saat ini lebih dari 28 orang. Untuk hari ini baru 14 yang bisa di tes swab," sebutnya.

Menurutnya tes swab itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Jambak Pasaman Barat dan telah dikirim ke Laboratorium Unand untuk diperiksa.

"Termasuk tes swab korban yang dilakukan di RSUD Lubuk Basung Kabupaten Agam. Mudah-mudahan hasilnya cepat keluar," katanya.

Pihaknya juga akan terus melakukan tracing riwayat kontak korban sehingga antisipasi terhadap kemungkinan terburuk bisa dicegah.

"Terhadap 28 orang itu telah kita sarankan untuk isolasi mandiri sampai hasil tes swabnya keluar," katanya.

Sebelumnya salah seorang warga Katimaha Kecamatan Pasaman, MP (45) meninggal dunia di Klinik Mutiara Biru Jorong Gasan Kaciak Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, Jumat (8/5) malam.

MP meninggal dunia pada Jumat (8/5) sekitar pukul 22.00 WIB ketika mengendarai mobil elpiji dari Padang hendak menuju Pasaman Barat. Dari ciri-ciri sakitnya dicurigai mengarah ke Corona Virus Disease (COVID-19).

Korban merupakan seorang supir pembawa gas elpiji yang mobilitasnya cukup tinggi bolak-balik Kota Padang dan Pasaman Barat.

Pada Jumat sekitar pukul 21.45 WIB, korban MP sedang mengendarai kendaraannya dari arah Padang menuju Pasaman Barat tiba-tiba tiba merasa pusing dan langsung berhenti di Klinik Mutiara Biru Tiku.

Saat itu petugas yang sudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) melihat korban sesak nafas dan tidak lama kemudian langsung tidak sadarkan diri dan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD Lubuk Basung.

Melihat kondisi korban sebelum meninggal dengan ada sesak nafas dan ada riwayat perjalanan maka korban dimasukkan ke Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19.

Korban sudah dibawa ke Pasaman Barat dan dimakamkan di Batang Lingkin Sabtu (9/5) pagi. Pemakaman berjalan aman dan lancar dengan memakai protap COVID-19. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Sumatera Barat, Pasaman Barat

wwwwww