Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
9 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
23 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
6 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
4
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
21 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
5
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
10 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
6
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
21 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Sarjana Dominasi Angka Pengangguran Terbuka di Sumbar

Sarjana Dominasi Angka Pengangguran Terbuka di Sumbar
Kepala BPS Sumbar Pitono. (antarasumbar/BPS)
Jum'at, 08 Mei 2020 22:12 WIB
PADANG - Lulusan Strata-1 (S1) perguruan tinggi atau sarjana mendominasi angka penganguran terbuka di provinsi itu dengan komposisi mencapai 8,07 persen dari total angkatan kerja 2,81 juta orang, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) Februari 2020.

"Salah satu penyebab tingginya penganggur sarjana karena ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan tinggi," kata Kepala BPS Sumbar, Pitono di Padang, Jumat (8/5/2020).

Ia melihat mereka yang berpendidikan rendah justru cenderung mau menerima pekerjaan apa saja sehingga lebih mudah terserap lapangan kerja.

Selain sarjana, penganggur di Sumbar didominasi oleh tamatan SMK sebanyak 7,72 persen, SMA 5,13 persen, diploma 4,04 persen dan SMP 5,49 persen.

Pitono menyampaikan angkatan kerja di Sumbar pada Februari 2020 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebesar 1,38 juta orang atau 51,69 persen.

Sementara penduduk bekerja berpendidikan SMA sederajat berjumlah 836,03 ribu orang atau 31,41 persen, berpendidikan tinggi 449,65 ribu orang atau 16,89 persen terdiri atas diploma 122,50 ribu orang dan sarjana 327,15 ribu orang.

"Artinya penawaran tenaga kerja yang tidak terserap didominasi oleh diploma dan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau bekerja apa saja," katanya.

Sementara berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Februari 2020 masih didominasi sektor pertanian sebanyak 888,32 ribu orang, sektor perdagangan 535,38 ribu orang dan industri pengolahan 242,30 ribu orang.

Kemudian pada Februari 2020 sebanyak 1,01 juta orang atau 37,95 persen bekerja pada sektor formal dan 1,65 juta orang atau 62,05 persen bekerja pada sektor formal, lanjut dia.

Ia menyebutkan jumlah penganggur pada Februari 2020 mencapai 146,58 ribu orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,22 persen.

Ia menjelaskan angkatan kerja adalah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja.

Sedangkan penganggur terbuka adalah masyarakat yang tidak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha, atau tidak mencari kerja karena merasa tidak mungkin mendapatkannya serta mereka yang sudah punya pekerjaan tapi belum mulai bekerja. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Sumatera Barat, Pendidikan

Loading...
www www