Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
11 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
20 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
4
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
18 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
5
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
17 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
8 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Loading...
Home  /   Berita  /   Nasional

Ini Alasan Kapten Kapal China Buang 3 WNI ke Laut

Ini Alasan Kapten Kapal China Buang 3 WNI ke Laut
Kapal China yang mempekerjakan WNI sebagai ABK. (kompas.com)
Kamis, 07 Mei 2020 10:23 WIB
JAKARTA - Video peristiwa pembuangan jenazah tiga warga Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal China ke laut, beredar luas di media sosial.

Dikutip dari Kompas.com, situs web Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Kamis (7/5/2020), menuliskan, kapten kapal China mengakui telah melarung jenazah tiga ABK asal Indonesia.

''Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik.''

''Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya,'' demikian yang tertulis di keterangan berjudul ''Perkembangan ABK Indonesia yang saat ini berada di Korsel'' dalam poin 3.

Kemudian di poin berikutnya tercantum KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kasus ini.

Dalam penjelasannya, Kemlu China mengklaim pelarungan ini sudah disesuaikan praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapalnya.

Insiden ini viral setelah sebuah video yang dipublikasikan oleh media Korea Selatan memperlihatkan jenazah ABK Indonesia dibuang ke laut dari sebuah kapal China.

Video yang dirilis oleh MBC itu diulas oleh YouTuber Jang Hansol di kanalnya, Korea Reomit, pada Rabu waktu setempat (6/5/2020).

Dalam video itu, kanal MBC memberikan tajuk ''Eksklusif. 18 jam sehari kerja, jika jatuh sakit dan meninggal, dilempar ke laut''.

Kejadian ABK dibuang ke laut ini tertangkap kamera saat kapal ikan Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang berbendera China berlabuh di Busan, Korea Selatan.

Kedua kapal tersebut membawa 46 awak kapal WNI dan 15 di antaranya berasal dari kapal Long Xin 629, terang pernyataan Kemlu RI.

Kemlu RI juga akan memanggil Duta Besar China untuk meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenazah.

Penjelasan akan diminta soal apakah pelarungan sudah sesuai ketentuan ILO (International Labour Organization) atau Organisasi Buruh Internasional, dan tentang perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya.

Peristiwa ini disebut Kemlu RI terjadi di Selandia Baru, dan telah ditangani oleh perwakilan Indonesia di Selandia Baru, China, dan Korea Selatan.

Sementara itu KBRI Seoul yang berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April. Sebanyak 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei.

KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal berinisial E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia, sedangkan 20 awak kapal lainnya melanjutkan kerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

''Sebelumnya, Kemlu bersama Kementerian/Lembaga terkait juga telah memanggil manning agency untuk memastikan pemenuhan hak-hak awak kapal WNI.''

''Kemlu juga telah menginformasikan perkembangan kasus dengan pihak keluarga,'' pungkas bunyi pernyataan tersebut.***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Hukum, Peristiwa, Nasional

Loading...
www www